Pasukan AS berada di Pangkalan Udara Kandahar, Afghanistan, 23 Januari 2018. (Foto: AFP/SHAH MARAI)
Pasukan AS berada di Pangkalan Udara Kandahar, Afghanistan, 23 Januari 2018. (Foto: AFP/SHAH MARAI)

Kerangka Perjanjian Damai Afghanistan Disepakati

Internasional amerika serikat taliban afghanistan
Willy Haryono • 29 Januari 2019 06:20
Washington: Amerika Serikat dan kelompok militan Taliban telah menyepakati kerangka perjanjian damai untuk mengakhiri konflik di Afghanistan yang sudah berjalan 17 tahun. Demikian disampaikan Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad.
 
Pekan kemarin, Khalilzad dan tim negosiator telah berdiskusi selama enam hari dengan delegasi Taliban di Doha, Qatar.
 
"Kami mempunyai sebuah kerangka yang harus diproses lebih lanjut sebelum nantinya dapat menjadi perjanjian," ucap Khalilzad kepada kantor berita The New York Times. Ia menyebut sebagai bagian dari perjanjian kerangka perdamaian, Taliban berjanji akan mencegah Afghanistan berubah menjadi titik panas terorisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Afghanistan telah membuat seruan baru agar bisa berdiskusi langsung dengan Taliban. Namun grup tersebut menolak, dan menyebut pemerintah hanyalah "boneka" dari kekuatan asing.
 
Taliban menguasai Afghanistan dari periode 1996 hingga 2001. Kekuasaan mereka berakhir saat AS menginvasi Afghanistan, usai al-Qaeda -- yang menjadikan negara tersebut sebagai basis -- melancarkan serangan 9/11 di Negeri Paman Sam.
 
Seperti dilansir dari laman BBC, Selasa 29 Januari 2019, sejumlah analis menilai perjanjian damai substantif konflik Afghanistan mungkin baru akan tercapai beberapa tahun ke depan.
 
Pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump terus memberikan tekanan terhadap Taliban agar mau berdiskusi dengan pemerintah Afghanistan. Namun Taliban menegaskan baru akan bernegosiasi dengan Afghanistan jika AS sudah mau menetapkan tanggal untuk menarik semua pasukan dari negara tersebut.
 
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, konflik di Afghanistan telah menewaskan antara 6 ribu hingga 11 ribu warga sipil sejak 2009.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif