Kota-kota di Suriah utara menjadi sasaran serangan Turki sejak 9 Oktober 2019. (Foto: AFP)
Kota-kota di Suriah utara menjadi sasaran serangan Turki sejak 9 Oktober 2019. (Foto: AFP)

Ancam Sanksi, AS Minta Turki Hentikan Invasi di Suriah

Internasional amerika serikat Turki serang Kurdi
Willy Haryono • 12 Oktober 2019 13:22
Washington: Amerika Serikat meminta Turki untuk segera menghentikan kelanjutan dari operasi militer lintas perbatasan di Suriah utara yang dikuasai pasukan Kurdi.
 
Seruan disampaikan usai Turki melancarkan invasi ke Suriah utara pada 9 Oktober lalu. Penarikan pasukan AS dari perbatasan Suriah dianggap Turki sebagai "lampu hijau" untuk melancarkan serangan ke negara tetangganya tersebut.
 
Tujuan utama Turki adalah menghabisi pasukan Kurdi yang tergabung dalam aliansi SDF -- dianggap Ankara sebagai teroris pendukung gerakan pemberontak Partai Pekerja Kurdi (PKK). Namun bagi AS, SDF adalah mitra utama dalam memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari BBC, Sabtu 12 Oktober 2019, Menteri Pertahanan AS Mark Esper memperingatkan Turki akan adanya "konsekuensi serius" jika invasi terus berlanjut. Sementara Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin memunculkan wacana sanksi ekonomi terhadap Turki.
 
Presiden AS Donald Trump telah berkata bahwa dirinya ingin mengupayakan adanya gencatan senjata antara Turki dan pasukan Kurdi. Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan operasi militer negaranya akan terus berlanjut.
 
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 100 ribu warga Suriah utara telah melarikan diri dari rumah mereka masing-masing pada Rabu 9 Oktober.
 
Sedikitnya sebelas warga sipil tewas sejak invasi Turki dimulai, dan sejumlah grup hak asasi manusia memperkirakan jumlahnya dapat terus bertambah.
 
Sementara itu di kota Kobani, pasukan AS mengklaim telah terkena tembakan artileri yang diluncurkan militer Turki. Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengklaim serangan itu diluncurkan meski Turki tahu sejumlah pasukan AS masih berada di Kobani.
 
"AS meminta Turki menghindari tindakan yang dapat berujung pada aksi membela diri," sebut Pentagon, menyiratkan bahwa AS bisa saja membalas serangan ke arah Turki.
 
Pemerintah Turki mengklaim operasi militer ke Suriah bertujuan untuk membentuk sebuah "zona aman" yang bebas dari milisi Kurdi. Zona aman itu juga diklaim nantinya dapat dihuni pengungsi Suriah.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif