Omar berbicara di samping tiga rekannya, Pressley Ocasio-Cortez dan Tlaib dalam konferensi pers di US Capitol, Washington, 15 Juli 2019. (Foto: AFP/Getty/Alex Wroblewski)
Omar berbicara di samping tiga rekannya, Pressley Ocasio-Cortez dan Tlaib dalam konferensi pers di US Capitol, Washington, 15 Juli 2019. (Foto: AFP/Getty/Alex Wroblewski)

Warga AS Diminta Tidak Terpancing Ucapan Rasis Trump

Internasional amerika serikat donald trump
Arpan Rahman • 16 Juli 2019 12:10
Washington: Empat perempuan asal Partai Demorat yang duduk di Kongres Amerika Serikat meminta masyarakat tidak terpancing ucapan rasis Presiden Donald Trump. Menurut mereka, ucapan bernada rasis dan juga xenofobia yang dilayangkan Trump hanya sebuah "pengalih perhatian."
 
Minggu kemarin, Trump menuliskan rangkaian serangannya terhadap keempat perempuan itu via Twitter. Satu hari berselang, Trump melanjutkan serangannya dalam sebuah acara di Gedung Putih.
 
"Jika Anda tidak senang ada di sini, silakan pergi. Ada beberapa orang yang membenci negara kita," ucapnya tanpa menyebutkan nama keempat perempuan Demokrat -- tiga dari mereka lahir di AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keempat perempuan itu adalah Alexandria Ocasio-Cortez, Rashida Tlaib, Ayanna Pressley, dan Ilhan Omar. Masing-masing dari mereka adalah keturunan Hispanik, Arab, Somalia dan Afrika-Amerika. Keempatnya menyebut diri mereka sebagai The Squad.
 
Baca:Serangan Rasis Trump ke Anggota Kongres Perempuan AS
 
"Semua ini hanyalah gangguan dan pengalih perhatian warga dari kekacauan dan budaya korup di pemerintahan (Trump)," kata Pressley dalam sebuah konferensi pers di US Capitol, Washington, dikutip dari BBC, Selasa 16 Juli 2019.
 
Menurut mereka, warga AS sebaiknya tidak memedulikan ucapan Trump dan lebih fokus memikirkan isu asuransi kesehatan, kekerasan senjata api dan juga penahanan imigran di perbatasan.
 
Omar menilai pernyataan Trump terhadap dia dan tiga rekannya adalah "serangan rasis yang dilakukan secara terang-terangan." Ia juga menyebut ucapan Trump sebagai bagian dari "agenda nasionalis kulit putih" di AS.
 
Sementara Tlaib menyebut ucapan Trump sebagai "kelanjutan sikap rasis dan xenofobia" yang selama ini memang biasa disampaikan petahana.
 
Gelombang kecaman tidak hanya datang dari Demokrat, tapi juga dari kubu Partai Republik dan pemimpin negara lain.
 
"Apa yang telah diucapkan dan dituliskan (di Twitter) bersifat destruktif, dan tentu saja sangat salah," kata Senator Mitt Romney, seorang tokoh Republik asal Utah.
 
"Tidak ada alasan untuk membenarkan komentar presiden. Sangat tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan," ucap Senator Lisa Murkowski, sosok Republik dari Alaska.
 
Perdana Menteri Selandia Baru, Inggris dan Kanada sudah sama-sama mengecam keras pernyataan Trump.
 
Baca:Demokrat dan Republik Kecam Serangan Rasis Trump

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif