Seorang perempuan memegang deretan foto anak-anak imigran yang tewas selama ditahan otoritas AS menjelang razia nasional pada Minggu 14 Juli 2019. (Foto: AFP/File / Mark RALSTON)
Seorang perempuan memegang deretan foto anak-anak imigran yang tewas selama ditahan otoritas AS menjelang razia nasional pada Minggu 14 Juli 2019. (Foto: AFP/File / Mark RALSTON)

Jelang Razia Nasional, Ribuan Imigran AS Dicekam Ketakutan

Internasional amerika serikat imigran gelap
Arpan Rahman • 14 Juli 2019 14:01
Texas: Ribuan imigran tak berdokumen di Amerika Serikat resmi dicekam ketakutan dan ketidakpastian menjelang razia penertiban keimigrasian yang dijadwalkan dilakukan hari ini, Minggu 14 Juli 2019.
 
Presiden Donald Trump pernah berkata razia ini dapat berujung pada gelombang deportasi massal.
 
Hari ini, jajaran agen Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) dijadwalkan beraksi di setidaknya 10 kota besar di Negeri Paman Sam. Tujuan dari razia ini adalah menangkap sekitar 2.000 imigran tak berdokumen yang memasuki AS secara ilegal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cakupan operasi ini terlihat lebih rendah dibandingkan retorika Trump bulan lalu yang menyebutkan mengenai deportasi "jutaan" imigran gelap. Meski cakupannya lebih rendah, para imigran di AS khawatir akan menjadi target razia.
 
Menambah kekhawatiran imigran, media lokal melaporkan bahwa razia ini tidak semata ditujukan kepada mereka yang masuk daftar penahanan. Ada kemungkinan imigran yang tidak berada dalam daftar pun dapat ditangkap jika secara kebetulan bertemu agen ICE di jalanan.
 
Sejumlah wali kota mengaku khawatir atas razia federal ini. Wali Kota Miami Francis Suarez mempertanyakan keputusan pemerintah yang menjadikan wilayahnya sebagai salah satu lokasi razia.
 
"Tingkat rata-rata pembunuhan (Florida) mencapai angka terendah dalam 51 tahun terakhir. Saya tidak mengerti alasan memilih Miami," kata Suarez, disiarkan dari AFP, Minggu 14 Juli 2019.
 
Baca:Serang Pusat Detensi, Seorang Pria Tewas Ditembak Petugas
 
Wali Kota Atlanta Keisha Bottoms mengatakan kepada media CNN bahwa dirinya berusaha mengedukasi warga mengenai hak-hak mereka jika sewaktu-waktu terkena razia. "Jika ada orang yang mengetuk pintu, tolong jangan dibuka kecuali mereka punya surat perintah," sebut Bottoms.
 
Sementara Wali Kota New York Bill de Blasio menilai razia ini sebagai "aksi politik untuk meyakinkan banyak orang di Amerika bahwa imigran adalah sebuah masalah."
 
Ia khawatir razia ini akan mengintimidasi imigran, dan membuat mereka menjadi tidak mau lagi kooperatif dengan polisi. Jika hal itu terjadi, maka otoritas setempat akan semakin sulit menjaga ketertiban umum.
 
Meski ada penentangan, Trump mengklaim "sebagian besar wali kota" di AS mendukung razia nasional ini. "Sebagian besar wali kota mendukung. Kenapa? Karena mereka tidak mau ada kejahatan di kota mereka," tutur Trump, yang mengindikasikan dirinya meyakini imigran lebih cenderung berbuat aksi kriminal ketimbang warga asli AS.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif