Ratusan Imigran Coba Panjat Pagar Perbatasan AS
Sejumlah imigran berhasil memanjat pagar perbatasan pertama di dekat kota Tijuana, AS, 25 November 2018. (Foto: AFP)
Tijuana: Sekitar 500 imigran berlari menuju pagar perbatasan dan berusaha menyeberang dari Meksiko ke Amerika Serikat, Minggu 25 November 2018. Mereka adalah bagian dari kafilah imigran -- mayoritas berasal dari Amerika Tengah -- yang telah menempuh jarak sekitar 4.000 kilometer untuk mencapai AS.

Kementerian Dalam Negeri Meksiko menegaskan para imnigran yang mencoba menyerbu perbatasan AS di dekat kota Tijuana akan segera dideportasi. "Mereka mencoba menyeberangi perbatasan secara ilegal dan dengan aksi kekerasan," sebut Kemendagri Meksiko, seperti dilansir dari kantor berita BBC.

Rekaman video memperlihatkan para imigran yang berusaha keras menembus pagar perbatasan AS-Meksiko. Petugas perbatasan kemudian melepaskan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.


"Perilaku para imigran telah melanggar kerangka resmi keimigrasian, dan dapat berujung pada insiden serius," kata Kemendagri Meksiko.

Mendagri Meksiko Alfonso Navarrete mengatakan sekelompok imigran itu awalnya diminta untuk mengatur jalannya aksi unjuk rasa di perbatasan. Namun mereka justru mendorong para imigran lain untuk membuat grup-grup kecil dalam upaya menyeberang ke AS.

Media AFP menyebut sejumlah imigran berhasil memanjat pagar perbatasan pertama. Saat mereka mencoba memanjat pagar kedua, petugas perbatasan di sisi AS melepaskan gas air mata.

Ketegangan di Tijuana meningkat sejak ribuan imigran tiba secara berkala sepanjang bulan ini. Para imigran mengaku melarikan diri dari persekusi, kemiskinan dan kekerasan dari kampung halaman mereka, yakni Honduras, Guatemala dan El Salvador.

Baca: Disebut Gelandangan, Kafilah Imigran Disambut Amarah di Tijuana

Selain mereka yang akan dideportasi, banyak imigran harus menunggu apakah permohonan suaka mereka akan diterima AS. Presiden Donald Trump sudah berulang kali menegaskan akan mencegah imigran memasuki Negeri Paman Sam.

Trump menyebut mereka semua harus tetap berada di sisi Meksiko hingga pengadilan AS memutuskan nasib para imigran. Sebelumnya, Trump pernah menyebut pergerakan kafilah imigran ini sebagai sebuah "invasi."



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id