Warga berduka untuk korban penembakan massal di Odessa, Texas, 1 September 2019. (Foto: AFP/Cengiz Yar)
Warga berduka untuk korban penembakan massal di Odessa, Texas, 1 September 2019. (Foto: AFP/Cengiz Yar)

Korban Tewas Penembakan di Texas Jadi 7 Orang

Internasional penembakan as
Willy Haryono • 02 September 2019 12:19
Texas: Jumlah korban tewas dalam penembakan massal di Texas pada Sabtu 31 Agustus bertambah menjadi tujuh orang. Identitas pelaku juga telah diketahui, yakni seorang warga lokal bernama Seth Aaron Ator.
 
Kepolisian Texas melaporkan bahwa lima orang tewas dalam penembakan acak di jalanan antara kota Midland dan Odessa di wilayah barat. Laporan awal menyebutkan jumlah korban tewas adalah lima orang.
 
Satu hari usai kejadian, polisi menyebutkan adanya dua orang lain yang meninggal dunia. Rentang usia korban tewas antara 15 dan 57 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menewaskan tujuh orang, penembakan massal ini juga melukai 22 korban, termasuk tiga polisi dan remaja putri berusia 17 tahun yang terkena tembakan di bagian mulut. Di akhir penembakan massal, pelaku tewas usai terlibat baku tembak dengan polisi di luar bioskop di kota Odessa,.
 
Kepala Kepolisian Odessa Michael Gerke mengatakan kepada awak media bahwa pihaknya belum yakin 100 persen mengenai motif pelaku. "Dia muncul di sebuah bioskop, dan kami dapat menduga apa motif sebenarnya," ucap Gerke, dilansir dari laman AFP, Senin 2 September 2019.
 
Menurut Gerke, bioskos di Odessa tersebut akan menjadi salah satu lokasi yang paling banyak didatangi warga pada akhir pekan. Jika pelaku tidak dihentikan saat itu, kemungkinan jumlah korban tewas akan jauh lebih tinggi.
 
Awalnya Gerke menolak mengumumkan nama pelaku. Namun pada Minggu petang, Kepolisian Odessa mengumumkan namanya, Seth Aaron Ator, pria 36 tahun asal Odessa. "Pelaku menggunakan senjata tipe AR," sebut Gerke.
 
Penembakan terjadi tepat empat pekan usai seorang pria bersenjata menembak mati 22 orang dan melukai 24 lainnya di kota El Paso, Texas.
 
Presiden AS Donald Trump merespons penembakan via Twitter. Ia menyebut Biro Investigasi Federal (FBI) juga ikut menyelidiki penembakan di Texas.
 
Dalam sebuah konferensi pers, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Partai Republik dan Demokrat di Kongres untuk mencari solusi mengatasi tingginya angka penembakan massal di AS.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif