Pesta Seks, Agen FBI di Asia Ditarik Pulang
Agen FBI diselidiki terkait kasus asusila. (Foto: AFP).
Washington: Amerika Serikat (AS) menarik pulang beberapa agen penyelidik federal (FBI) yang bertugas di sekitar negara Asia. Penarikan terkait penyelidikan mereka terlibat pesta yang menunjukan interaksi dengan pekerja seks komersial (PSK).
 
Menurut keterangan seseorang yang berkaitan dengan kasus ini kepada The Wall Street Journal, pada Jumat 12 Oktober 2018 pihak Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum AS melakukan penyelidikan atas kasus ini. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap agen FBI di belasan negara Asia Timur dan Asia Tenggara.
 
"Menyusul adanya tuduhan pelanggaran, tindakan diambil untuk menarik beberapa personel dan ditempatkan di tugas non-operasional. Secara bersamaan tuduhan itu tengah diselidiki," ujar pernyataan FBI, kepada the Wall Street Journal, yang dikutip Asia Correspondent, Jumat 12 Oktober 2018.
 
"Seluruh karyawan FBI sepatutnya harus bersikap dengan standar yang sudah ditentukan. Tuduhan terhadap karyawan ditanggapi dengan serius," jelas pernyataan itu.
 
Apabila tuduhan ini terbuka, maka akan menjadi pukulan terbaru bagi FBI. Sebelumnya biro penyelidik federal AS ini dikritik keras karena terlibat dalam persaingan politik di Negeri Paman Sam.
 
FBI sebelumnya diminta untuk membuka latar belakang investigasi dari Hakim Agung AS Brett Kavanaugh, yang dituduh melakukan pecelehan seksual. Sebuah tuduhan yang dibantah Kavanaugh.
 
Tidak hanya itu, FBI juga menyelidiki dugaan ikut campur Rusia dalam Pemilu Presiden AS 2016. Intervensi Rusia itu diduga melibatkan beberapa tokoh dari kubu Donald Trump.
 
Tuduhan pesta seks
 
Sementara kasus terbaru yang diduga melibatkan FBI kali ini diketahui mendera pejabat atase hukum di Kedutaan AS di beberapa kota di dunia. Pejabat ini ditugaskan untuk bekerja sama dengan negara yang menjadi rekannya dalam perang melawan terorisme dan mengumpulkan informasi yang diselidiki oleh FBI.
 
Menurut beberapa mantan agen, posisi tersebut biasanya dijabat cukup lama. Umumnya pejabat yang dimaksud membangun hubungan dengan pejabat lokal setempat melibatkan sosialisasi hingga malam hari.
 
Meskipun di beberapa negara melegalkan prostitusi, FBI mengkhawatirkan bahwa agen intelijen asing mencoba untuk mendekati beberapa agen atau staf Kedutaan AS lainnya.  menurut seorang mantan agen FBI, setiap agen diberikan peringatan mengenai adanya upaya pihak lain untuk mendekati mereka.
 
Mengenai kasus ini, pihak FBI tidak mengungkap secara terbuka tuduhan yang diarahkan kepada agen mereka. Hal tersebut tersebut lokasi dan kapan kejadian pelanggaran itu berlangsung.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id