Seorang pria di Amerika Serikat (AS) ditangkap saat hendak menyerang Gedung Putih. (Foto: AFP).
Seorang pria di Amerika Serikat (AS) ditangkap saat hendak menyerang Gedung Putih. (Foto: AFP).

Miliki Roket, Pria AS Bermaksud Serang Gedung Putih

Internasional amerika serikat terorisme
Arpan Rahman • 17 Januari 2019 13:49
Georgia: Seorang pria ditangkap karena dicurigai berencana menyerbu Gedung Putih dengan roket anti-tank.
 
Dilansir dari laman Sky News, Kamis 17 Januari 2019, Hasher Jallal Taheb, 21, berasal dari Cumming di Georgia, ditangkap pada Rabu 16 Januari setelah menukar mobilnya dengan senjata dan bahan-bahan peledak.
 
Dia dituduh berupaya merusak atau menghancurkan sebuah bangunan milik pemerintah Amerika Serikat menggunakan senjata api atau bahan peledak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut pernyataan tertulis dari seorang agen Biro Investigasi Federal (FBI), Taheb berencana mendekati Gedung Putih lewat jalan belakang, menggunakan senjata anti-tank untuk membuka pintu dan kemudian membunuh orang dan melakukan sebanyak mungkin kerusakan.
 
“Taheb tidak pernah menembakkan senjata. Tetapi diyakini bisa belajar dan juga sudah menonton video granat yang meledak,” sebut pernyataan pihak FBI.
 
“Pada awalnya Taheb ingin melakukan perjalanan ke wilayah kekuasaan Islamic State (ISIS). Tetapi rencana itu dihalangi oleh kenyataan bahwa ia tidak memiliki paspor,” imbuh pernyataan tersebut.
 
Sebaliknya dia mulai merencanakan serangan lebih dekat dengan rumahnya, menargetkan situs-situs penting termasuk Gedung Putih, menurut dakwaan FBI.
 
Dia ingin menjadi ‘martir’, yang berarti dia diperkirakan mati dalam serangan itu, dan berencana untuk bercerita di video buatannya sendiri guna memotivasi orang dengan gambar-gambar umat Muslim yang tertindas dengan bendera AS dan Israel yang berkibar di latar belakang.
 
Pada satu pertemuan, dia menunjukkan kepada seorang agen FBI yang menyamar: sebuah diagram yang digambar tangan dari lantai dasar West Wing dan sebuah rencana untuk serangan itu. Keduanya berbicara tentang menjual atau menukar mobil mereka untuk membayar senjata dan bahan peledak yang diperlukan.
 
Sudah berbulan-bulan sejak FBI mencurigai bahwa Taheb telah diradikalisasi -- kewaspadaan itu diteruskan ke polisi oleh seorang anggota masyarakat.
 
Pada Rabu, setelah operasi selama setahun, ia ditangkap di kota Buford di Georgia ketika ia bertemu dengan sejumlah agen FBI menyamar, yang berpura-pura mau ikut dalam pertukaran mobil dengan senapan semi-otomatis, tiga alat peledak dengan detonator, dan roket anti-tank, demikian bunyi pernyataan tertulis.
 
Taheb ditangkap ketika bersiap pergi dengan kendaraan sewaan berisi senjata dan bahan peledak di dalamnya. Dia saat ini dalam tahanan polisi di Georgia dan diyakini bertindak sendiri.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi