Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP).
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP).

Ayah-Balita Imigran Tewas, Trump Salahkan Demokrat

Internasional amerika serikat imigran gelap
Arpan Rahman • 27 Juni 2019 18:06
Washington: Presiden Donald Trump menyalahkan kelompok Demokrat atas kematian seorang ayah imigran dan putrinya yang balita. Kedua korban tenggelam di tepian sungai Rio Grande ketika berupaya mencapai daratan Amerika Serikat.
 
Baca juga: Balita Imigran Ditemukan Tewas di Perbatasan AS.
 
Berbicara ketika akan meninggalkan Gedung Putih untuk perjalanan empat hari ke Asia, Trump berkata dia ‘terganggu’ atas foto-foto Oscar Alberto Martinez Ramirez dan putrinya Valeria. Rekaman itu menjadi simbol bahaya yang dihadapi oleh para imigran saat mencoba menyeberang perbatasan AS-Meksiko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun dia menambahkan bahwa partai oposisi bersalah, sebelum mengecam Demokrat karena gagal mengesahkan undang-undang yang dia klaim akan menghentikan orang dari upaya melakukan perjalanan berbahaya.
 
Musibah itu terjadi ketika Senat AS yang dikontrol Republik menyetujui RUU buat mengirim bantuan ke perbatasan dengan Meksiko. Sebagai Ketua DPR, Nancy Pelosi mengatakan berharap foto-foto korban akan menantang hati nurani administrasi Trump atas nasib imigran Amerika Tengah.
 
Trump berkata: "Jika kita memiliki undang-undang yang tepat, dan Demokrat tidak membiarkan kita memberlakukannya, orang-orang itu, mereka tidak akan muncul. Mereka tidak akan berusaha."
 
"Mereka bisa mengubahnya dengan sangat mudah sehingga orang tidak datang dan orang tidak akan terbunuh," cetusnya, disiarkan dari Evening Standard, Kamis 27 Juni 2019.
 
Trump juga mencuit bahwa Demokrat harus "mengubah celah dan Hukum Suaka sehingga nyawa akan diselamatkan di perbatasan selatan kita".
 
Dia menambahkan: "Sekarang mereka mengakui bahwa saya benar - Tetapi mereka harus melakukan sesuatu tentang hal itu. Perbaiki Hukum SEKARANG!"
 
Ramirez dan putrinya hendak menyeberang ke AS setelah melarikan diri dari El Salvador ketika mereka hanyut di Rio Grande.
 
Foto-foto itu, yang dibidik oleh jurnalis Julia Le Duc dan pertama kali diterbitkan surat kabar Meksiko La Jornada, memperlihatkan tubuh mereka telungkup di dekat tepi sungai. Lengan Valeria tersampir di leher ayahnya, menunjukkan bahwa dia menempel padanya di saat-saat terakhir hidup mereka.
 
"Saya benci," kata Trump ketika ditanya tentang gambar itu, "dan saya tahu itu bisa segera terhenti jika Demokrat mengubah hukum."
 
"Mereka harus mengubah undang-undang. Dan kemudian ayah itu, yang mungkin adalah pria yang luar biasa ini, bersama putrinya, hal-hal seperti itu tidak akan terjadi."
 
Sementara itu, Pelosi menyerukan tindakan setelah foto-foto itu beredar. Dia berkata: "Ini bukan siapa kita sebagai negara. Kita memiliki kewajiban terhadap kemanusiaan yang sepenuhnya diabaikan."
 
"Ini adalah manifestasi dari perilaku yang berada di luar lingkaran perilaku manusia yang beradab," pungkasnya.
 
Senat AS sebelumnya telah menolak RUU bantuan lain dari Dewan Perwakilan Rakyat dipimpin Demokrat yang memberlakukan pembatasan pada agen imigrasi AS. Anggota parlemen di kedua pihak sekarang menghadapi tekanan buat merekonsiliasi dua RUU.
 
Pemimpin minoritas Senat Chuck Schumer menyatakan bahwa Martinez dan putrinya mungkin tidak akan tewas seandainya Presiden AS Donald Trump menyetujui upaya Demokrat buat membantu para imigran yang melarikan diri dari negara-negara Amerika Tengah untuk memasuki AS sebagai pengungsi.
 
Senator Republik Ron Johnson dari Wisconsin, ketua Komite Keamanan Dalam Negeri, membuka sidang yang mengatakan tayangan foto itu harus mendorong Kongres untuk bertindak.
 
Johnson berkata: "Saya tidak ingin melihat gambar lain seperti itu di perbatasan AS. Saya harap gambar itu saja yang akan mengkatalisasi Kongres ini, Senat ini, komite ini untuk melakukan sesuatu."
 
Anggota parlemen perlu menyelesaikan legislasi tentang dana bantuan sebelum mereka mengambil reses selama seminggu pekan depan. Ada juga kekhawatiran bahwa lembaga perbatasan akan kehabisan dana segera.
 
Rosa Ramirez mengaku sudah memohon kepada putranya agar tidak pergi, dan jika terpaksa, untuk meninggalkan Valeria kecil bersama dirinya. Trump semula menyerang RUU kemanusiaan baru yang disetujui oleh Demokrat, demi mengatasi kondisi "mengerikan" yang dihadapi oleh para imigran di perbatasan AS-Meksiko.
 
Trump meremehkan para pesaingnya dalam tweet pada Selasa pagi, bersikeras temboknya akan dibangun. "Sayang sekali kalangan Demokrat di Kongres tidak akan melakukan apa-apa tentang Keamanan Perbatasan," tulisnya.
 
Dia kemudian memperkuat pendapatnya dalam tweet terpisah, menambahkan: "Demokrat menginginkan Perbatasan Terbuka, yang sama dengan kejahatan dengan kekerasan, narkoba, dan perdagangan manusia."
 
"Mereka juga menginginkan pajak yang sangat tinggi, hingga 90 persen. Partai Republik menginginkan apa yang terbaik untuk Amerika -- kebalikannya!" pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif