Menlu Retno Marsudi (kanan) bersama Menlu Sudan Selatan Awut Deng Acuil di sela Sidang Umum PBB di New York, AS, 23 September 2019. (Foto: Kemenlu RI)
Menlu Retno Marsudi (kanan) bersama Menlu Sudan Selatan Awut Deng Acuil di sela Sidang Umum PBB di New York, AS, 23 September 2019. (Foto: Kemenlu RI)

RI dan Sudan Selatan Dorong Pembukaan Hubungan Diplomatik

Internasional konflik sudan selatan Sidang Majelis Umum PBB 2019 Indonesia-Sudan Selatan
Willy Haryono • 24 September 2019 14:35
New York: Sudan Selatan sebagai negara baru belum menjalin hubungan diplomatik dengan banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam momen Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Senin 23 September 2019, Sudan Selatan kembali mengangkat isu ini.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambut baik harapan Menlu Sudan Selatan Awut Deng Acuil, dan menegaskan proses menuju pembukaan hubungan diplomatik telah dimulai.
 
"Kita memang belum memiliki hubungan diplomatik dengan Sudan Selatan, karena mereka itu negara baru, pecahan Sudan. Tapi kita tidak ada masalah membuka hubungan diplomatik. Sekarang ini hanya masalah proses saja," kata Menlu Retno kepada awak media.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah nanti kedua negara telah memulai hubungan diplomatik, Sudan Selatan mengharapkan adanya kerja sama konkret di berbagai bidang, terutama infrastruktur. Menlu Acuil mengatakan negaranya membutuhkan bantuan dalam pembangunan jalan raya.
 
"Saya kira nanti saat hubungan diplomatik dimulai, kita bisa membukakan jalan bagi sektor swasta (untuk masuk ke Sudan Selatan)," sebut Menlu Retno.
 
Selain soal hubungan diplomatik, Menlu Retno juga kembali menyampaikan dukungan Indonesia untuk proses rekonsiliasi politik di Sudan Selatan. Secara konsisten Indonesia terus mendukung proses tersebut, baik terkait masalah internal di sudan Selatan maupun terkait negara tetangganya, Sudan.
 
"Menlu (Acuil) tadi memberikan keterangan kepada saya mengenai perkembangan rekonsiliasi. Beliau bilang prosesnya berlangsung cepat," ujar Menlu Retno.
 
Sudan Selatan merdeka dari Sudan dan mendeklarasikan diri sebagai negara independen pada 2011. Di tahun yang sama, Sudan Selatan resmi menjadi negara anggota PBB.
 
Total populasi Sudan Selatan tersebut berkisar 12 juta, dan sekitar separuhnya berusia di bawah 18 tahun.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif