PBB Kutuk Ledakan yang Tewaskan 19 Warga Afghanistan
Ambulans mengangkut jasad korban ledakan bom bunuh diri di Jalalabad, Nangarhar, Afghanistan, 2 Juli 2018. (Foto: AFP/NOORULLAH SHIRZADA)
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk serangan bom bunuh diri di Afghanistan yang menewaskan 19 orang pada akhir pekan kemarin. 

Pernyataan disampaikan juru bicara dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Senin 2 Juli 2018.

"Mengutuk serangan di kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, yang menewaskan 19 warga sipil dan melukai 20 lainnya, termasuk beberapa anak-anak," ujar jubir Guterres, seperti dilaporkan di situs resmi PBB.


Mayoritas korban ledakan adalah minoritas Sikh dan Hindu. Serangan terjadi di sebuah pasar padat pengunjung, yang berlokasi beberapa ratus meter dari kompleks pemerintahan provinsi.

Ledakan terjadi saat Presiden Ashraf Ghani sedang melakukan kunjungan kerja ke Nangarhar.

Baca: Ledakan di Pasar Afghanistan Tewaskan 19 Orang

"Setiap serangan yang secara sengaja ditujukan kepada warga sipil tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran hukum internasional. Sekjen PBB meminta semua pihak untuk melindungi warga sipil, termasuk kelompok minoritas," ungkap jubir Guterres.

Ghani tiba di Jalalabad pada Minggu pagi untuk membuka sebuah rumah sakit. Ini merupakan bagian dari kunjungan dua hari ke provinsi yang berbatasan dengan Pakistan.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di Nangarhar. Namun pemerintah menduga kuat serangan dilakukan kelompok Taliban atau Islamic State (ISIS).



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id