AS Tetapkan Pusat Reunifikasi Anak-anak Imigran
Para imigran berada di sebuah terminal bus di McAllen, Texas, AS, 23 Juni 2018. (Foto: AFP/Getty/SPENCER PLATT)
Texas: Otoritas federal Amerika Serikat mengumumkan rencana menyatukan kembali semua anak-anak imigran yang telah terpisah dengan orangtua mereka akibat kebijakan keimigrasian Presiden Donald Trump.

Setelah mendapat kecaman keras dari dalam dan luar negeri, Trump memutuskan menghentikan proses pemisahan anak-anak imigran.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) mengatakan dalam sebuah rilis, bahwa Kantor Imigrasi dan Bea Cukai telah "mendedikasikan Pusat Layanan Penampungan Port Isabel sebagai pusat reunifikasi dan pemindahan keluarga inti." 


Pusat reunifikasi ini berdiri di dekat Brownsville.

"Pemerintah AS mengetahui lokasi semua anak-anak yang ditahan, dan sedang berusaha menyatukan kembali mereka dengan keluarga masing-masing," kata DHS, seperti dikutip dari UPI, Minggu 24 Juni 2018.

Sementara itu meski mengakhiri pemisahan anak-anak imigran, Trump tetap berkukuh kebijakan keimigrasiannya harus terus digalakkan.

"Kita tidak dapat membiarkan orang-orang ini menginvasi negara kita," tegas Trump di akun Twitter.

"Saat seseorang masuk (secara ilegal), kita harus segera mengembalikannya ke tempat asal, tanpa perlu melibatkan hakim atau proses peradilan," ujar Trump.

Berusaha mencegah kedatangan puluhan ribu imigran dari Amerika Tengah dan Meksiko pada setiap bulannya, awal Mei lalu Trump memerintahkan agar semua orang dewasa yang masuk ke AS secara ilegal ditangkap. Sementara anak-anak imigran itu dipisahkan ke tempat penahanan berbeda.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360