Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dijadwalkan bertemu bahas perdangan di KTT G20, di Osaka, Jepang. (Foto: AFP).
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dijadwalkan bertemu bahas perdangan di KTT G20, di Osaka, Jepang. (Foto: AFP).

Trump dan Xi Kemungkinan Bicarakan Perdagangan di G20

Internasional as-tiongkok
Marcheilla Ariesta • 13 Mei 2019 10:57
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan bertemu bulan depan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20. Keduanya direncanakan membahas perbedaan pandangan mereka mengenai perdagangan, terutama soal tarif dagang.
 
Rencana ini disampaikan penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, pada Minggu, 12 Mei 2019.
 
Dua negara dengan ekonomi teratas di dunia mengakhiri negosiasi di Washington pada Jumat pekan lalu tanpa kesepakatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kudlow berusaha meredam kekhawatiran atas ketegangan AS dan Tiongkok, dan berkukuh proses negosiasi masih terus berlangsung.
 
"(Kebijakan) tarif ini masih akan terus dipertahankan. Kami tidak dapat menerima kemunduran (dalam negosiasi)," tutur Kudlow, dilansir dari laman Channel News Asia, Senin, 13 Mei 2019.
 
Kudlow mengaku belum dapat menyebutkan rencana konkret dalam kelanjutan negosiasi dengan Tiongkok. Namun, Tiongkok telah mengundang Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer ke Beijing untuk melakukan diskusi tingkat tinggi.
 
Peluang terjadinya pertemuan antara Trump dan Xi selama KTT G20 di Jepang Juni mendatang dinilai cukup baik. KTT ini dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 29 Juni 2019 di Osaka, Jepang.
 
Trump menuduh Beijing mengingkari komitmennya dalam pembicaraan perdagangan. Dia memerintahkan langkah terbaru atas impor Tiongkok senilai USD20 miliar atau sekitar Rp287 triliun, dengan menaikkan tarifnya menjadi 25 persen dari 10 persen.
 
Dia kemudian memerintahkan kenaikan tarif pada hampir semua impor yang tersisa dari Tiongkok.
 
Namun, Kudlow bersikeras bahwa masih ada waktu untuk bernegosiasi. Meski demikian dia menolak untuk menetapkan berapa lama Trump bersedia menunggu.
 
"Kami harus mengubah hubungan perdagangan antara dua negara untuk kepentingan AS dan tenaga kerjanya, para peternak, petani, dan sebagainya. Kami harus melakukan ini," tegas dia.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif