Topan Hantam Kepulauan Mariana, Akses Air Bersih Sulit
Warga membersihkan sisa-sisa dari serangan topan Yutu di Mariana Utara. (Foto: AFP).
Hagatna: Presiden Donald Trump mengumumkan terjadinya bencana besar di Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara akibat topan super Yutu. Deklarasi ini berarti akan mengucur berbagai bantuan federal untuk pemulihan.
 
Tetapi ribuan warga Saipan dan Tinian masih tidak memiliki akses untuk minum dan air bersih pada Sabtu. Ratusan personel militer dan badan federal lainnya dipimpin oleh Badan Tanggap Darurat Federal (FEMA) kini berada di Saipan dan Tinian untuk menaksir upaya tanggap dan pemulihan. Persediaan bantuan seperti air minum dan makanan terus berdatangan, Sabtu.
 
Gubernur CNMI Ralph Torres mengumumkan dalam konferensi pers bahwa mitra federal FEMA dan Kementerian Pertahanan Amerika serikat, beserta lembaga lokal, akan memprioritaskan akses ke air, makanan, dan perawatan medis.
 
Sementara itu, Korea Selatan mengirim pesawat angkut militer ke Saipan untuk membawa pulang lebih dari 1.000 wisatawan Korea yang terdampar karena Yutu, kantor berita Yonhap melaporkan.
 
Bandara Internasional Saipan tetap tertutup bagi maskapai penerbangan komersial karena kerusakan. Tetapi pesawat militer dan lainnya karena alasan kemanusiaan mulai menggunakan bandara itu sejak Jumat.
 
Ribuan masih tidak memiliki akses untuk minum dan air keran pada hari Sabtu, meningkatkan kekhawatiran tentang kesehatan dan sanitasi.
 
"Ini seperti Soudelor lagi," menurut Ed Propst, anggota Dewan Perwakilan CNMI, seperti dikutip dari USA Today, Minggu 28 Oktober 2018. Anggota parlemen itu mengacu pada topan Soudelor yang melanda Saipan pada 2015 dan meninggalkan pulau itu tanpa air dan listrik hingga empat bulan.
 
Selain penghentian pasokan air, pemadaman listrik besar-besaran di Saipan, Tinian, dan Rota ketika Yutu merobohkan ratusan tiang listrik dan infrastrukturnya.
 
Penduduk Saipan berkata, mereka mengantre hingga tiga jam di jalan Sabtu pagi untuk mengisi tangki kendaraan di pompa bensin yang tersedia. Yutu sejauh ini menghancurkan pemukiman, kendaraan, sekolah, hotel, bisnis, dan bandara. Dilaporkan, satu kematian dan banyak korban luka.
 
Angin Yutu yang kencang berkecepatan 286 km per jam melewati langsung di atas Tinian. Ini badai terkuat yang pernah terjadi di daratan AS dan menjadi badai paling dahsyat di Bumi pada 2018, menurut Badan Atmosferis dan Kesamuderaan Nasional (NOAA).
 
Deklarasi bencana besar 26 Oktober dari Trump, yang diumumkan Sabtu pagi di Saipan, memicu kucuran dana federal guna membantu warga dan masyarakat pulih dari Yutu yang menghantam Tinian dan Saipan CNMI.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id