Waspada Eksploitasi 12 Bocah Terperangkap di Gua
12 bocah Thailand dan seorang pelatihnya berhasil diselamatkan dari gua di Chiang Rai (Foto: AFP).
Santiago: Kisah penyelamatan 12 anak-anak Thailand dan seorang pelatih sepakbolanya setelah 18 hari terperangkap dalam gua menggugah dunia. Tetapi banyak meminta mereka untuk mewaspadai eksploitasi.
 
Baca juga: Kisah Penyelamatan Bocah di Gua Thailand Akan Difilmkan.
 
'Jaga anak-anak ini dari eksploitasi'. Itulah pesan yang diberikan penambang Chile kepada 12 anggota tim sepak bola dan pelatihnya.
 
Bahkan sebelum pakaian anggota tim sepakbola 'Wild Boars' kering setelah misi penyelamatan terakhir dari gua yang banjir pada hari Selasa, sudah ada rencana untuk membuat kisah heroik mereka menjadi film Hollywood.
 
8 tahun yang lalu, 33 penambang di Chile terjebak di bawah tanah selama 69 hari sebelum peristiwa nahas itu berubah menjadi sebuah film yang dibintangi Antonio Banderas.
 
Tetapi, meskipun film "The 33" meraup 25 juta dolar AS di box office, para penambang tidak mendapat sepeserpun.
 
Mario Sepulveda, yang perannya dimainkan oleh Banderas dalam film 'The 33' mengatakan, "Mudah-mudahan mereka akan membuat film, serial televisi, novel laris, tetapi mereka melakukannya dengan baik, dengan pintar dan tidak ditipu oleh penipu."
 
Baca juga: Gua Tempat Terperangkapnya 12 Anak Thailand Dijadikan Museum.
 
Anggota tim Wild Boars berumur 11 sampai 16 tahun dan bahkan pelatih mereka baru berumur 25 tahun, sementara para penambang Chile adalah para laki-laki dewasa.
 
Banyak dari mereka menderita sejak pengalaman traumatis di tambang San Jose, gurun Atacama.
 
"Hal yang terpenting adalah bahwa pihak berwenang dan keluarga mereka melindungi anak-anak ini. Karena banyak orang yang hanya ingin mengambil keuntungan dari mereka," kata Luis Urzua, penambang Chile lain, seperti dikutip AFP, Jumat 13 Juli 2018.
 
Pada Selasa malam, mitra pengelola rumah produksi Amerika Serikat Pure Flix, Michael Scott mengungkapkan di twitter atas rencananya untuk mengubah cerita menjadi sebuah film.
 
 
Mereka hancurkan kami
 
Sebelum mengkhawatirkan tentang bagaimana cara menjual cerita mereka, Urzua memperingatkan bahwa pulih dari 'pengalaman seumur hidup' tidak akan mudah.
 
"Ini sudah 8 tahun tetapi masih ada banyak hal yang belum kami atasi," tambah Urzua.
 
Penambang Chile lainnya, Jose Ojeda, harus dibawa ke rumah sakit jiwa. Dan juga ada kisah pahit karena telah dimanfaatkan oleh para pengacara, produser, dan pihak-pihak lain yang ingin mendapatkan manfaat dari kisah mereka.
 
"Begitu mereka mendapat informasi dari kami, mereka menghilang," kata Urzua.
 
Dia mengatakan bahwa mereka termakan janji-janji yang menyebutkan bahwa mereka akan menjadi miliarder sehingga mereka "menyerahkan semua hak (intelektual) untuk hidup."
 
Urzua berada di antara kelompok-kelompok penambang yang ingin membatalkan keputusan itu.
 
"Kita bahkan tidak bisa menjual satu baris dari film 'The 33'," keluhnya. Meskipun menghabiskan lebih dari dua bulan berada 600 meter di bawah permukaan bumi.
 
Urzua mengatakan bahwa para penambang tidak mendapatkan sepeserpun uang dari film yang disutradarai oleh Patricia Riggen, atau buku yang ditulis oleh jurnalis Los Angeles Times, Hector Tobar yang dipilih Chile untuk menulis laporan resmi tentang trauma mereka.
 
"Mereka menghancurkan kami," ujar Urzua, yang memuji lingkaran perlindungan yang telah melindungi anak-anak lelaki Thailand.
 
Urzua hanya mendapatkan kurang dari 5 juta peso, yang pengusaha Chile leonardo Farkas serahkan ke setiap penambang saat meninggalkan tempat mereka terperangkap.
 
Sepulveda yang memiliki keyakinan pada para pemain Thailand mengatakan, "kekuatan anak-anak ini berbeda dengan kita."
 
"Jika mereka terus berlatih, selama mereka bersama, mereka akan menanganinya dengan sangat baik," katanya kepada AFP. (Khalisha Firsada)



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id