Senyum lebar di hadapan pedemo antiIslam di Washington, Amerika Serikat. (Foto: Shaymaa Ismae'eel/Twitter).
Senyum lebar di hadapan pedemo antiIslam di Washington, Amerika Serikat. (Foto: Shaymaa Ismae'eel/Twitter).

Senyum Lebar Perempuan Muslim di Depan Massa Anti-Islam

Internasional amerika serikat
Fajar Nugraha • 26 April 2019 17:48
Washington: Keberanian seorang perempuan Muslim diperlihatkan ketika menghadapi protes antiIslam di Amerika Serikat (AS).
 
Di saat terjadi protes, Shaymaa Ismae'eel justru menghampiri para pedemo dan berswafoto dengan senyum lebar. Perempuan berusia 24 tahun itu ingin melawan kebencian terhadap Islam dengan senyuman.
 
"Aku benar-benar ingin memerangi kebencian mereka dengan kebaikan, jujur," kata Ismaee’el, seperti dikutip NBC News, Jumat, 26 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aku ingin mereka melihat wajahku dan hanya berjalan saja tidak cukup,” imbuhnya.
 
Sebagai gantinya, dia meminta seorang teman untuk mengambil foto, yang dia bagikan di Instagram dengan tulisan, “Kebaikan adalah tanda iman. Mereka yang tidak baik tidak memiliki iman. " Hingga Kamis 25 April malam, foto itu sudah mendapatkan 322.000 Like.
 
Adapun protes antiMuslim itu berlangsung ketika berlangsung pertemuan Islamic Circle of North America(ICNA). “Para pengunjuk rasa menargetkan agama Islam, Nabi Muhammad dan Alquran,” kata Dr. Zahid Bukhari, direktur eksekutif Dewan ICNA.
 
Bukhari menambahkan, orang-orang telah memprotes ICNA sebelumnya. Tetapi ini adalah pertama kalinya mereka menunjukkan menentang agama Islam.
 
Bukhari, anggota ICNA sejak 1983, mengatakan foto Ismaa'eel adalah "respons yang pantas menjadi contoh”.
 
"Aku benar-benar bangga padanya, atas apa yang dia lakukan. Itu respons yang tepat yang seharusnya ada di sana,” tutur Bukhari.
 
Linda Sarsour, seorang aktivis Muslim, juga melihat gambar itu. "Saya adalah seorang pembicara di konvensi dan menyaksikan sekelompok pria kulit putih di luar melemparkan julukan anti-Muslim di hadirin," katanya dalam sebuah pernyataan, "Anak-anak muda sangat takut."
 
Sebagian besar, kata Ismaa'eel, orang-orang berjalan di hadapan para pengunjuk rasa tanpa memberi mereka perhatian, tetapi beberapa remaja kesal dan mencoba mendekati para lelaki itu.
 
Bukhari mengaitkan protes itu dengan "keseluruhan lingkungan Islamofobia dan retorika anti-Islam" mengutip Presiden Donald Trump dan supremasi kulit putih.
 
"Sebelumnya, itu hanya menentang ICNA, sekarang itu bertentangan dengan agama dan nabi karena lingkungan itu," katanya.
 
Insiden bias anti-Muslim meningkat 17 persen secara nasional pada tahun 2017. Berdasarkan laporan the Council on American-Islamic Relations, insiden antiIslam itu kerap diwarnai dengan pelecehan tanpa kekerasan dan tanpa ancaman merupakan jenis pelecehan yang paling umum.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif