Mantan pengacara Michael Cohen (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). (Foto: AFP).
Mantan pengacara Michael Cohen (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). (Foto: AFP).

Trump Bantah Mengarahkan Eks Pengacaranya Melanggar Hukum

Internasional amerika serikat
Marcheilla Ariesta • 14 Desember 2018 09:07
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah mengarahkan mantan pengacaranya, Michael Cohen untuk melanggar hukum. Pasalnya Cohen mengakui adanya campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.
 
"Saya tidak pernah mengarahkan Michael Cohen untuk melanggar hukum. Dia adalah seorang pengacara dan dia seharusnya tahu hukum," kata Trump di akun Twitter-nya, dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat 14 Desember 2018.
 
"Ini disebut nasihat dari penasihan, dan pengacara memiliki tanggung jawab besar jika dia membuat kesalahan. Itulah mengapa mereka dibayar," imbuh Trump.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Rabu lalu, Cohen, 52, meminta maaf karena menutupi 'perbuatan kotor' mantan bosnya itu. Dia menyesal melakukan berbagai kejahatan, termasuk pembayaran uang rahasia yang melibatkan sang presiden.
 
Dalam komentar publik pertamanya usai hukuman dijatuhkan kepada Cohen, Trump mengatakan bahwa ahli hukum telah membersihkannya dari kesalahan apa pun. Dia kembali membantah telah melanggar hukum keuangan kampanye.
 
"Cohen bersalah atas banyak tuduhan yang tidak ada hubungannya dengan saya, namun dia memohon untuk menerima dua dakwaan mengenai kampanye, ini bukan tindakan kiriminal. Dan dia mungkin tidak bersalah bahkan di pengadilan sipil," tutur Trump.
 
Menurut dia, tuduhan itu disetujui Cohen untuk mempermalukan dirinya dan mendapat hukuman lebih ringan. "Sebagai pengacara, Michael memiliki tanggung jawab besar kepada saya!" tegas Trump.
 
Cohen dijatuhi hukuman penjara 36 bulan. Dia adalah orang pertama dalam lingkaran Trump yang dipenjara atas penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.
 
Cohen mengakui berbohong kepada Kongres. Dia juga mengakui pelanggaran dana kampanye dan penghindaran pajak. Hakim William Pauley memberi Cohen waktu hingga 6 Maret tahun depan untuk melapor ke penjara Otisville di New York.
 
Tak hanya hukuman penjara, dia juga diperintahkan untuk membayar denda senilai USD2 juta atau setara Rp28,9 miliar.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif