Buka Puasa Trump Hanya Formalitas
Acara buka puasa di Gedung Putih. (Foto: AFP)
Washington: Untuk pertama kalinya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar buka puasa bersama. Namun, sejumlah tokoh dan komunitas besar Islam kabarnya tak hadir dalam acara tersebut.

Komunitas Islam AS menganggap sikap Islamophobia Trump membuat timbulnya kebencian dan menurunnya relasi komunitas dengan pemerintah.

Mereka juga menganggap Trump sengaja mengubah susunan kabinetnya dengan orang-orang yang anti-Islam seperti Mike Pompeo, John Bolton dan Stephen Miller.


Dilansir CNN, Kamis, 7 Juni 2018, buka puasa bersama komunitas Islam dan duta besar negara Islam ini pun baru diadakan Trump di tahun kedua kepemimpinannya di Amerika.

Mereka menilai buka puasa bersama ini hanya sebagai formalitas atas tradisi turun-menurun yang sudah ada di Gedung Putih. 

Para presiden AS sebelumnya selalu mengadakan buka puasa bersama di tahun pertama mereka menjabat dan di pekan pertama bulan Ramadan. 

Sementara itu, Dewan Hubungan Islam-Amerika juga menggelar protes untuk memboikot acara buka puasa bersama tersebut di luar Gedung Putih.

"Tidak heran jika komunitas Islam AS yang besar tidak diundang atau tidak setuju untuk hadir, mengingat posisi pemerintah saat ini sangatlah anti-Islam dan supermasi kulit putih," kata juru bicara Dewan Hubungan Islam-Amerika Ibrahim Hooper. 

Ketika dikonfirmasi Gedung Putih pun menolak merilis daftar tamu yang hadir. Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders hanya mengatakan bahwa ada sekitar 30-40 tamu yang diundang. 



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id