Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump perintahkan buka dokumen rahasia terkait dugaan pengintaian dirinya saat kampanye Pilpres 2016. (Foto: AFP).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump perintahkan buka dokumen rahasia terkait dugaan pengintaian dirinya saat kampanye Pilpres 2016. (Foto: AFP).

Trump Perintahkan Buka Rahasia Terkait Pengintaian Kampanye

Internasional amerika serikat donald trump
Arpan Rahman • 24 Mei 2019 17:06
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi ‘otoritas penuh’ kepada Jaksa Agung AS untuk membuka dokumen rahasia pemerintah terkait dengan pengintaian saat kampanyenya dalam pemilihan presiden 2016.
 
Presiden Trump memerintahkan sejumlah badan intelijen AS segera bekerja sama dengan William P. Barr meninjau kembali penyelidikan Mueller ihwal campur tangan pemilu dari Rusia.
 
Langkah ini menandai peningkatan dalam upaya Trump "menyelidiki para penyelidik", ketika ia terus berupaya merisak temuan investigasi penasihat khusus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Barr sekarang akan memiliki kekuatan untuk mengungkap rahasia intelijen yang dijaga ketat tentang penyelidikan Rusia, menurut sebuah memo yang dirilis pada Kamis.
 
"Tindakan hari ini akan memastikan bahwa semua orang Amerika mengetahui kebenaran tentang peristiwa yang terjadi, dan tindakan yang diambil, selama pemilihan Presiden terakhir dan akan mengembalikan kepercayaan pada lembaga-lembaga publik kami," kata Gedung Putih dalam pernyataan yang menyertainya, yang dicuitkan Trump di Twitter, dinukil dari laman The Sun, Jumat 24 Mei 2019.
 
Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders berkata, Trump mendelegasikan kepada Barr "otoritas penuh dan lengkap" guna mendeklasifikasi dokumen yang berkaitan dengan penyelidikan.
 
Bertikai dengan FBI
 
Ini bisa menciptakan ketegangan baru di dalam FBI dan badan-badan intelijen lainnya, yang secara historis menolak tuntutan semacam itu.
 
Surat perintah yang diperoleh dari Pengadilan Pengawasan Intelijen Asing, misalnya, tidak diumumkan kepada orang bahkan kepada pejabat yang berwenang dalam pengawasan tersebut.
 
Barr sudah minta John Durham, pengacara AS di Connecticut, buat memeriksa asal-usul penyelidikan Rusia demi melihat apakah metode intelijen dan pengawasan.
 
Trump secara eksplisit mendelegasikan Barr dengan kekuatan deklasifikasi yang mencatatnya tidak akan secara otomatis meluas ke urusan jaksa agung lain dan hanya digunakan dalam peninjauan investigasi Rusia.
 
Sebelum menggunakan otoritas baru, Barr harus berkonsultasi dengan pejabat intelijen "sejauh yang dianggapnya bisa dilakukan," tulis Trump dalam memo yang memformalkan masalah tersebut.
 
Presiden memiliki wewenang buat mendeklasifikasi apapun yang dia inginkan.
 
Trump korban mata-mata
 
Trump telah sering mengklaim kampanyenya adalah korban ‘mata-mata’. Tetapi komunitas intelijen bersikeras bahwa mereka bertindak secara sah dalam mengikuti petunjuk atas penyelidikan Rusia dan melakukan pengawasan di bawah perintah pengadilan.
 
Mueller tidak menemukan bukti guna mendukung tuduhan kriminal terhadap warga Amerika terkait dengan tindakan Rusia.
 
Tetapi laporannya mendokumentasikan upaya ekstensif Rusia ikut campur dalam kampanye 2016 dan kemauan sebagian pihak di lingkaran Trump buat menerima bantuan mereka.
 
Ketua Komite Intelijen DPR Adam Schiff menuduh Trump dan Barr mencoba "berkonspirasi untuk mempersenjatai penegakan hukum dan mengklasifikasikan informasi melawan seteru politik mereka."
 
Fase baru berbahaya
 
"Urusan ini telah memasuki fase baru dan berbahaya," kata Schiff dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis malam.
 
"Ini bukan Amerika," sebut Schiff.
 
Seorang mantan pejabat senior intelijen yang bertugas di pemerintahan Obama menyuarakan keprihatinan bahwa Barr -- yang dipilih sendiri oleh Trump -- dapat mendeklasifikasi dan mengeluarkan bit-bit selektif untuk membuat pemerintahan sebelumnya dan mantan pejabat senior terlihat buruk.
 
Mantan pejabat itu berbicara secara anonim demi menggambarkan keprihatinan para profesional intelijen. Langkah Kamis semakin menguatkan posisi Barr di mata Trump sebagai penegak hukum dalam pertikaian atas namanya.
 
Setelah Mueller menyerahkan laporannya ke Barr pada Maret, jaksa agung merilis surat ringkasan empat halaman untuk Kongres.
 
Surat Barr membingkai perdebatan tentang penyelidikan selama beberapa pekan ke depan dan, pejabat Gedung Putih percaya, memungkinkan Trump untuk menyatakan kemenangan sebelum rilis laporan selengkapnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif