Presiden Palestina Sebut AS Bias dan Memihak Israel
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: AFP)
New York: Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak Amerika Serikat (AS) menjadi mediator dalam menangani konflik Timur Tengah. Hal ini ia tegaskan saat berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-73 di New York.

"Kami tak menerima mediasi tunggal AS dalam proses perdamaian Palestina-Israel," kata Abbas, dikutip dari AFP, Jumat 28 September 2018.

"Palestina tidak bisa menerima peran AS karena sejak Presiden Donald Trump menjabat, AS sangat bias dan terlihat memihak Israel," lanjut dia.


Pasalnya, saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump mengatakan dirinya mendukung Solusi Dua Negara untuk perdamaian Palestina dan Israel.

Abbas juga meminta kepada Trump untuk membatalkan pemindahan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Kami menunggu inisiatif perdamaian dan selalu siap untuk perdamaian. Tetapi apa yang dilakukan Trump sepenuhnya bertentangan dengan peran dan komitmen AS untuk perdamaian," tukas Abbas.

Dengan keputusan memindahkan kedubes, Abbas beranggapan bahwa AS telah mengingkari semua komitmen AS dari pemerintahan sebelumnya dan merusak Solusi Dua Negara.

"Sungguh ironis jika AS masih berbicara soal memediasi Palestina dan Israel tetapi sangat bias," ucap dia lagi.

Saat berpidato di hari pertama sidang, Trump juga mengatakan akan membeberkan rencana AS untuk perdamaian Palestina dan Israel secepatnya. 



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id