Penembakan di Rumah Sakit AS, Empat Orang Tewas

Fajar Nugraha 20 November 2018 10:40 WIB
penembakan as
Penembakan di Rumah Sakit AS, Empat Orang Tewas
Polisi di Chicago jaga lokasi sekitar kejadian penembakan. (Foto: AFP).
Chicago: Penembakan terjadi di sebuah rumah sakit di Chicago, Amerika Serikat (AS) pada Senin 19 November atau Selasa 20 November waktu Indonesia. Dilaporkan empat orang tewas dalam kejadian ini.

“Empat orang orang tewas dalam kejadian ini. Seorang anggota polisi, dua staf rumah sakit dan pelaku penembakan,” ujar pejabat polisi Eddie Johnson, seperti dikutip AFP, Selasa 20 November 2018.

Menurut Johnson, pelaku menembak seorang perempuan pertama kali yang diketahui memiliki hubungan dengannya. Keduanya sempat berdebat dan pelaku melepaskan tembakan ke arah polisi sebelum lari masuk ke dalam rumah sakit.


Pihak kepolisian,-termasuk tim SWAT,- tiba di lokasi kejadian dan petugas terlibat baku tembak dengan pelaku. Saat baku tembak terjadi, pelaku membunuh korban kedua yang seorang perempuan. Korban saat itu baru keluar dari lift.

Dalam baku tembak, pelaku diketahui parah tetapi tidak diketahui apakah pelaku tewas karena ditembak polisi atau bunuh diri. Wali Kota Chicago Rahm Emanuel mengidentifikasi dua korban perempuan sebagai seorang dokter dan apoteker.

Pasien yang berada di Rumah Sakit Mercy dikejutkan dengan suara tembakan di luar gedung. Tampak seorang pria berjalan dengan seorang perempuan di area parkir sebelum melepaskan tembakan tiga kali ke arah dada perempuan itu.

“Ketika korban tersungkur, pelaku kemudian melepaskan tiga tembakan lagi,” ujar seorang warga yang melintas, James Gray kepada jurnalis.

“Mereka berdua berjalan bersama dan berbicara seperti biasa tetapi pelaku tiba-tiba berbalik dan mulai melepaskan tembakan. Ini bukan perdebatan panas, hanya seperti perbincangan biasa,” imbuh Gray.

Sementara Juru Bicara Kepolisian Chicago Anthony Guglielmi mengonfirmasi melalui Twitter bahwa seorang yang dianggap sebagai pelaku sudah ditembak. Guglielmi meminta warga mendoakan seorang petugas polisi yang tertembak. Namun petugas itu diketahui tewas akibat luka yang dideritanya.

Pasien dan staf rumah  yang ketakutan lari rumah sakit untuk berlindung. Seorang pasien bernama Hector Avitia mengatakan dia dan istri tengah menunggu hasil pemeriksaan kesehatan ketika melihat pelaku penembakan. Menurutnya pelaku penembakan membawa pistol dengan beberapa magasin peluru.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id