Ilustrasi penembakan. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi penembakan. (Foto: Medcom.id)

Penembakan Massal di Texas, WNI Diimbau Waspada

Internasional penembakan as
Marcheilla Ariesta • 01 September 2019 14:19
Texas: Penembakan massal di Texas, Amerika Serikat, Sabtu 31 Agustus petang, menewaskan sedikitnya lima orang dan membuat banyak lainnya terluka.
 
Seorang pria menembakkan senjata api dari dalam mobil secara acak ke arah warga di kota Odessa dan Midland. Polisi mengatakan tersangka penembakan, yakni seorang pria kulit putih, telah ditembak mati.
 
Konsulat Jenderal RI di Houston mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sana untuk tetap waspada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terkait dengan kejadian penembakkan massal di Kota Midland dan Odessa, Texas, pada Sabtu, 31 Agustus 2019, KJRI Houston mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah tersebut agar meningkatkan kewaspadaan," kata KJRI Houston dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu, 1 September 2019.
 
KJRI Houston juga mengimbau agar WNI menjauhi keramaian dan tetap berada di dalam rumah. "Hingga kepolisian setempat menyatakan kondisi aman," imbuh mereka.
 
WNI juga diimbau untuk memantau pemberitaan media massa untuk mengetahui situasi lebih lanjut.
 
KJRI Houston juga mengeluarkan nomor hotline di +1 (346) 932 7284, untuk para WNI atau kerabat yang ingin mengetahui situasi terkini di Texas.
 
Seorang juru bicara polisi mengonfirmasi lima orang tewas dan 16 lainnya terluka. Beberapa aparat termasuk dalam deretan korban penembakan.
 
Rumah sakit Medical Center Odessa mengatakan seorang anak berusia di bawah dua tahun terluka dalam penembakan. Tujuh pasien lainnya di rumah sakit tersebut berada dalam kondisi serius.
 
Penembakan terjadi tepat empat pekan usai seorang pria bersenjata menembak mati 22 orang dan melukai 24 lainnya di kota El Paso, Texas.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif