Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Demokrat Dorong Kembali Seruan Pemakzulan Trump

Internasional amerika serikat donald trump
Arpan Rahman • 22 Mei 2019 14:30
Washington: Partai Demokrat di Amerika Serikat menyerukan kembali seruan pemakzulan Presiden Donald Trump di saat mantan penasihat Gedung Putih, Donald McGahn, tidak hadir dalam sidang dengar pendapat di Kongres pada Selasa 21 Mei 2019
 
McGhan dipanggil untuk bersaksi mengenai laporan Penasihat Khusus Robert Mueller, yang berisi investigasi dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum AS di tahun 2016. Dalam kasus ini, Rusia diduga telah melakukan sejumlah langkah dalam upaya memenangkan Trump dalam pemilu AS.
 
Sebelumnya, Trump telah bertekad akan menghalangi semua surat panggilan Kongres terkait laporan Mueller yang ditujukan kepada semua staf maupun yang sudah tidak lagi bekerja untuknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Panggilan ini bersifat wajib," tegas Ketua Komite Yudisial Dewan Perwakilan Rakyat AS, Jerry Nadler, usai McGahn mangkir dari persidangan.
 
"Saya tekankan sekali lagi: komite ini akan mendengarkan kesaksian McGahn. Kami bahkan akan mengambil jalur hukum jika memang diperlukan," sambung dia, dikutip dari laman BBC.
 
Pemerintahan Trump mengklaim laporan Mueller mengenai dugaan intervensi Rusia dan upaya menghalangi proses penyelidikan tidak terbukti. Trump menegaskan sudah tidak perlu ada lagi pertanyaan yang perlu dijawab terkait laporan Mueller.
 
Ia juga mengklaim para stafnya tidak dapat dipaksa untuk bersaksi. Namun Nadler bertekad akan membuat McGahn bersaksi lewat cara lain.
 
Demokrat menilai Trump dapat dimakzulkan jika terbukti bersalah dalam dugaan intervensi Rusia dan upaya menghalangi proses penyelidikan.
 
Merespons sikap Nadler, Trump merespons via Twitter. Ia mengaku telah "mengizinkan semua orang untuk bersaksi" kepada tim Mueller. Ia menuduh Demokrat hanya ingin membuat laporan Mueller ini kembali ramai dibicarakan.
 
Baca:Anggota Parlemen Partai Republik Serukan Pemakzulan Trump

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif