Presiden AS Donald Trump sebut Presiden Iran Hassan Rouhani ingin bertemu. Foto: AFP
Presiden AS Donald Trump sebut Presiden Iran Hassan Rouhani ingin bertemu. Foto: AFP

Trump Sebut Pemimpin Iran Ingin Bertemu

Internasional amerika serikat iran
Arpan Rahman • 13 September 2019 18:08
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan yakin bahwa kepemimpinan Iran ingin berbicara. Komentarnya menambah harapan bahwa dia berupaya mengatur pertemuan puncak dengan mitranya asal Iran di majelis PBB mendatang.
 
"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa Iran ingin bertemu," katanya kepada wartawan di Gedung Putih, dilansir dari laman AFP, Jumat 13 September 2019.
 
Trump telah berulang kali mengindikasikan bahwa ia siap bertemu Presiden Hassan Rouhani, yang diperkirakan menghadiri Majelis Umum PBB di New York bulan ini. Namun, sejauh ini Iran belum memberikan respons positif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Rabu, Rouhani mengecam pemerintahan Trump, yang telah memberi tekanan pada Iran. Ia mengatakan, "Amerika harus memahami bahwa sikap suka mencela dan penghasut perang tidak menguntungkan mereka. Keduanya harus ditinggalkan."
 
Musuh bebuyutan Teheran dan Washington telah berselisih sejak Mei tahun lalu ketika Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan mulai menerapkan kembali tindakan hukuman.
 
Iran menanggapi dengan mengurangi komitmennya terhadap perjanjian itu, yang memberinya janji pemberian sanksi sebagai imbalan atas pengekangan terhadap program nuklirnya.
 
Namun, beberapa analis melihat harapan untuk kompromi lebih lanjut setelah keluarnya penasihat keamanan nasional garis keras Trump John Bolton pekan ini, yang semula menyerukan penggunaan kekuatan militer dan perubahan rezim.
 
Kepergian Bolton terjadi hanya beberapa hari setelah Iran mengumumkan pihaknya meluncurkan sentrifugal untuk meningkatkan cadangan uraniumnya yang diperkaya dalam langkah mundur dari kesepakatan.
 
Hesameddin Ashena, penasihat Rouhani, memuji pemecatan Bolton sebagai "tanda jelas kekalahan strategi tekanan maksimum Amerika."
 
Namun bahkan dengan kepergian Bolton, pejabat Trump tidak menunjukkan tanda-tanda mundur dari strategi sanksi terhadap Iran.
 
"Sekarang presiden telah menjelaskan bahwa dia senang melakukan pertemuan tanpa prasyarat, tetapi kami mempertahankan kampanye tekanan maksimum," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin setelah kepergian Bolton.
 
Gagasan pertemuan Trump-Rouhani dihembuskan bulan lalu oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang telah menjadi ujung tombak upaya Eropa untuk mengurangi ketegangan.
 
Rouhani mengatakan sebagai tanggapan bahwa Iran siap mematuhi perjanjian nuklir, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, hanya jika Amerika juga melakukannya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif