Mahasiswa Papua yang saat ini tengah menimba ilmu di Amerika Serikat. (Foto: Dok.Kemenlu RI).
Mahasiswa Papua yang saat ini tengah menimba ilmu di Amerika Serikat. (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Mahasiswa Papua di AS Semangat Bangun Tanah Kelahirannya

Internasional amerika serikat papua kemenlu
Fajar Nugraha • 28 Desember 2018 07:28
San Francisco: Mahasiswa Papua yang saat ini tengah belajar di Amerika Serikat (AS) didorong untuk membuka peluang kerja, terutama dengan semakin pesatnya pembangunan di tanah kelahirannya.

Hal ini menjadi perhatian Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI San Francisco Riena Dwi Astuty, dalam rangkaian kegiatan perayaan natal yang diselenggarakan oleh IMAPA USA (Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua di Amerika Serikat) di Everett, negara bagian Washington, pada 23-24 Desember 2018.

“Mahasiswa Papua harus menuntut ilmu di luar negeri serta berbagai peluang kerja yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa dengan semakin pesatnya pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua dan kemajuan teknologi saat ini. Mahasiswa dapat memanfaatkan industri teknologi dan perusahaan start-up yang sedang berkembang pesat di Indonesia untuk dapat memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Riena, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI yang diterima Medcom.id, Jumat, 28 Desember 2018.
 
Selanjutnya, sebagai perwakilan dari Pemerintah Provinsi Papua Laus D.C Rumayom menyampaikan paparan mengenai Dinamika Pembangunan Papua. Ia mengajak Mahasiswa Papua untuk bangkit dan menjadi agen perubahan dimana Mahasiswa dituntut untuk mengembangkan pemikiran strategis demi menghadapi tantangan perubahan ekonomi global dan Masyarakat Ekonomi ASEAN.
 

Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI San Francisco Riena Dwi Astuty (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Mahasiswa pun aktif bertanya seputar permasalahan pendidikan, dan potensi lapangan pekerjaan yang dapat digarap mahasiswa asal Papua di Indonesia setelah mereka menyelesaikan studinya. Mereka berharap dukungan dari perwakilan Pemerintah Indonesia di AS untuk dapat menjadi jembatan melalui pemberian informasi mengenai kesempatan magang di perusahaan-perusahaan start-up di Indonesia dan kemungkinan potensi kerja sama dengan perusahaan teknologi di AS.
 
“Dengan perkembangan usaha ekonomi berbasis teknologi yang semakin meningkat di Indonesia, mahasiswa Papua harus belajar mengenai potensi ini. Selain itu, program pemerintah saat ini sudah banyak membantu membuka akses konektivitas di Papua, dan hal ini merupakan saat yang tepat bagi generasi millenial Papua untuk masuk dan mempergunakan kesempatan yang telah tersedia untuk membangun provinsi Papua dan wilayah-wilayah lain di Indonesia,” tutur Ketua IMAPA AS Michael Anis Labene. Sebelum membahas isu perkembangan di Papua, acara ini diawali dengan perayaan Natal. Sebanyak 130 mahasiswa Indonesia berasal dari Papua di Amerika Serikat menghadiri rangkaian perayaan Natal dimaksud. Rangkaian kegiatan perayaan Natal 2018 dimulai dengan kegiatan ibadah keagamaan di hari pertama dan dilanjutkan dengan sesi loka karya (Meet and Greet with the Papuan Students) di hari ke-dua dan membahas topik “Pengembangan Pendidikan dan Penyediaan Lapangan Pekerjaan di Provinsi Papua”.
 
Laus D.C Rumayom, atas nama Gubernur Provinsi Papua menyampaikan apresiasi atas peluncuran organisasi IMAPA USA dan diharapkan organisasi ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan peran mahasiswa Indonesia asal Papua di AS untuk dapat menjadi agent of change agar dapat membangun provinsi Papua lebih baik lagi di masa mendatang.
 
Konsul Riena menambahkan, “Perayaan natal sebagai momen berharga untuk berbagi kebahagiaan dan menyebarkan kedamaian di mana pun. Terlebih dengan keberagaman bangsa Indonesia, diperlukan sikap saling mengasihi, menjaga, mendukung dan menghormati untuk terus menjaga persatuan NKRI.”


(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi