Mantan Ketua Kampanye Trump akan Bantu Dugaan Intervensi Rusia
Mantan Ketua Tim Kampanye Trump, Paul Manafort. (Foto: AFP)
Washington: Mantan ketua tim kampanye Donald Trump, Paul Manafort, sepakat bekerja sama dengan Pengacara Khusus Robert Mueller dalam mengungkap kasus dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum Amerika Serikat 2016.

Dalam sebuah persidangan di Washington pada Jumat 14 September 2018 waktu setempat, Manafort mengaku bersalah atas dua dakwaan kriminal. Ia kemudian membuat sebuah perjanjian dengan Mueller.

Lewat perjanjian itu, seperti dilansir dari kantor berita BBC, Manafort menghindari persidangan kedua mengenai pencucian uang dan dakwaan lainnya.


Dua dakwaan yang diakui Manafort adalah mengenai konspirasi terhadap AS dan menghalangi penyelidikan.

Sementara itu, Gedung Putih berkukuh pengakuan bersalah Manafort tidak ada hubungannya dengan Presiden Trump.

Bulan lalu, Manafort mendapat dakwaan mengenai penipuan dan penggelapan rekening bank. Dakwaan tersebut merupakan kali pertama dilayangkan Kementerian Hukum AS terkait dugaan intervensi Rusia dalam pemilu 2016.

Namun, dakwaan yang dilayangkan ke Manafort hanya terkait aktivitas politiknya dengan sejumlah politikus pro Rusia di Ukraina, jauh sebelum ia menjadi ketua tim kampanye Trump.

Media lokal menyebut Manafort terancam 10 tahun penjara di bawah perjanjian dengan Mueller. Ia juga diharuskan menyerahkan empat properti dan saldo dari beberapa rekening bank.

Pengacara Manafort, Kevin Downing, mengatakan kepada awak media bahwa kliennya "ingin memastikan keluarganya tetap aman dan dapat hidup dengan tenang."

Berusia 69 tahun, Manafort bekerja sebagai ketua tim kampanye Trump selama lima bulan pada 2016. Ia juga berperan saat Trump berhasil mendapatkan nominasi capres dari Partai Republik.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id