Puluhan Mantan Perwira Intelijen Kecam Trump
Mantan Direktur CIA John Brennan. (Foto: AFP)
Washington: Puluhan mantan perwira intelijen Amerika Serikat bersatu dan mengecam keputusan Presiden Donald Trump untuk mencabut izin keamanan John Brennan, mantan direktur CIA. Pencabutan izin dipandang sebagai upaya mencegah kritik Brennan terhadap pemerintah.

Enam puluh mantan perwira CIA pada Jumat lalu bergabung dengan 15 perwira intelijen senior yang sudah pensiun. Para pensiunan itu muncul membela Brennan setelah izin keamanannya dicabut.

Trump mencabut izin keamanan dalam sebuah langkah yang dilihat sebagai ganjaran politik. Brennan bulan lalu menyebut sikap Trump saat bertemu presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki sebagai "pengkhianatan" terhadap negara.


Dalam KTT di Helsinki, Trump tidak menyinggung mengenai dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum AS.

Seperti dinukil dari Financial Times, Minggu 19 Agustus 2018, tujuh mantan direktur CIA -- termasuk George Tenet, Robert Gates, Michael Hayden, dan David Petraeus -- menulis surat yang menuduh Trump mencoba "mengekang kebebasan berbicara."

Surat itu juga ditandatangani delapan pejabat senior yang sudah pensiun, termasuk Dennis Blair dan James Clapper, yang keduanya pernah menjabat direktur intelijen nasional, peran yang mengawasi 16 badan intelijen di pemerintah AS.

"Kami belum pernah melihat pencabutan izin keamanan digunakan sebagai alat politik," kata mantan pejabat itu.




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id