Presiden AS Donald Trump (kiri) berbicara dengan senator Lindsey Graham di Gedung Putih, Washington, 8 November 2018. (Foto: AFP/JIM WATSON)
Presiden AS Donald Trump (kiri) berbicara dengan senator Lindsey Graham di Gedung Putih, Washington, 8 November 2018. (Foto: AFP/JIM WATSON)

Republik Minta Trump Akhiri Sementara Shutdown AS

Internasional amerika serikat donald trump
Willy Haryono • 14 Januari 2019 10:01
Washington: Seorang senator senior asal Partai Republik mendesak Presiden Donald Trump untuk mengakhiri sementara shutdown, atau penutupan sejumlah institusi pemerintahan Amerika Serikat, yang saat ini sudah berlangsung lebih dari tiga pekan.
 
Senator Lindsey Graham, salah satu orang dekat Trump, menilai pembukaan sementara pemerintah hingga beberapa pekan ke depan dapat membuat dialog antara Republik dengan Partai Demokrat berlanjut.
 
Shutdown kali ini merupakan yang terlama dalam sejarah AS. Penutupan terjadi saat Demokrat menolak proposal dana yang diajukan Trump, bernilai USD5,7 miliar atau setara Rp80 triliun, untuk membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demokrat menegaskan tidak akan bernegosiasi lebih lanjut, kecuali jika shutdown diakhiri. Sepanjang shutdown ini, Trump telah beberapa kali mengancam akan mendeklarasikan status darurat nasional agar dana dapat dicairkan tanpa melewati kongres.
 
Graham, kepala Komite Yudisial Senat, mengaku sudah mendorong Trump untuk membuka sementara pemerintah pada Minggu 13 Januari. Ia mengatakan jika nantinya negosiasi dengan Demokrat tetap berujung gagal, maka Gedung Putih dapat mendeklarasikan status darurat nasional.
 
Baca:Shutdown AS Berlanjut, Gedung Putih Nyaris Kosong
 
"Sebelum dia (Trump) mengeliminasi opsi legislatif, saya mendorong agar pemerintah dibuka sementara, mungkin selama tiga pekan. Kita lihat nanti apakah akan tercipta semacam perjanjian," tutur Graham kepada kantor berita Fox News, seperti dilansir oleh BBC.
 
Sementara itu, merespons banyaknya kritik atas durasi shutdown kali ini, Trump menepis tanggapan dirinya kurang memiliki taktik atau strategi. "Saya punya rencana atas shutdown ini," tulis Trump.
 
"Saya menjanjikan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat Amerika. Bagian dari janji itu adalah tembok di Perbatasan Selatan," lanjut dia.
 
Akibat shutdown ini, sekitar 800 ribu pegawai federal AS bekerja tanpa dibayar. Dalam sejarah AS, shutdown terlama terjadi di bawah pemerintahan Presiden Bill Clinton pada periode 1995-1996. Kala itu, shutdown berlangsung 21 hari.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif