Sebuah mobil terkena tembakan acak pelaku penembakan massal di kota Odessa dan Midland, Texas, AS, Sabtu 31 Agustus 2019. (Foto: AFP/HO)
Sebuah mobil terkena tembakan acak pelaku penembakan massal di kota Odessa dan Midland, Texas, AS, Sabtu 31 Agustus 2019. (Foto: AFP/HO)

Penembakan Acak di Texas Tewaskan Lima Orang

Internasional penembakan as
Willy Haryono • 01 September 2019 08:33
Texas: Penembakan massal di Texas, Amerika Serikat, Sabtu 31 Agustus petang, menewaskan sedikitnya lima orang dan membuat banyak lainnya terluka.
 
Sedikitnya satu pria menembakkan senjata api dari dalam mobil secara acak ke arah warga di kota Odessa dan Midland. Polisi mengatakan tersangka penembakan, yakni seorang pria kulit putih, telah ditembak mati.
 
Sejauh ini otoritas setempat belum dapat menentukan motif penembakan. Muncul sejumlah laporan bahwa masih ada beberapa penembak lainnya yang masih berkeliaran di sekitar Odessa dan Midland.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seorang juru bicara polisi mengonfirmasi lima orang tewas dan 16 lainnya terluka. Beberapa aparat termasuk dalam deretan korban penembakan.
 
Rumah sakit Medical Center Odessa mengatakan seorang anak berusia di bawah dua tahun terluka dalam penembakan. Tujuh pasien lainnya di rumah sakit tersebut berada dalam kondisi serius.
 
Penembakan terjadi tepat empat pekan usai seorang pria bersenjata menembak mati 22 orang dan melukai 24 lainnya di kota El Paso, Texas.
 
Kepolisian Texas mengatakan insiden penembakan terjadi terjadi usai seorang polisi menghentikan sebuah kendaraan di jalan raya Midland. Sopir kemudian menembak polisi tersebut, kemudian mencuri sebuah mobil van dan menembaki orang-orang secara acak sembari berkendara.
 
Tersangka penembakan dikabarkan tewas ditembak saat berhadapan dengan aparat keamanan di luar sebuah bioskop di Odessa.
 
"Kekacauan terjadi hanya dalam hitungan detik," kata Junior Bejarano, seorang pekerja restoran dekat lokasi penembakan, kepada New York Times.
 
"Orang-orang berteriak, piring dan kursi berjatuhan," lanjutnya, dilansir dari BBC, Minggu 1 September 2019.
 
Jaksa Agung Texas Ken Paxton mengaku "terkejut atas aksi penembakan brutal" di wilayahnya. "Kami tidak akan membiarkan negara bagian Lone Star State dipenuhi kebencian dan kekerasan. Sebagai warga Texas, kami semua akan bersatu," tegas Gubernur Texas Greg Abbott.
 
Presiden AS Donald Trump merespons penembakan via Twitter. Ia menyebut Biro Investigasi Federal (FBI) juga ikut menyelidiki penembakan di Texas.
 
Dalam sebuah konferensi pers, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Partai Republik dan Demokrat di Kongres untuk mencari solusi mengatasi tingginya angka penembakan massal di AS.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif