Buka puasa bersama Donald Trump di Gedung Putih. (Foto: AFP)
Buka puasa bersama Donald Trump di Gedung Putih. (Foto: AFP)

Buka Puasa Bersama, Trump Tak Undang Komunitas Muslim

Internasional amerika serikat donald trump
Sonya Michaella • 15 Mei 2019 15:05
Washington: Gedung Putih menggelar buka puasa bersama di pekan kedua bulan Ramadan. Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak mengundang komunitas Muslim di AS.
 
Buka puasa bersama ini adalah buka puasa kali kedua sejak Trump menjabat. Sama seperti tahun lalu, komunitas dan anggota organisasi Muslim bukan bagian dari tamu Trump.
 
"Ramadan adalah saat ketika orang-orang bergabung untuk mengejar harapan, toleransi dan perdamaian. Dalam semangat inilah kita bersatu malam ini," kata Trump, dalam sambutannya, dikutip dari Voice of America, Rabu 15 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump juga menyebut Ramadan sebagai bulan untuk beramal, memberi dan melayani sesama warga dan juga kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga dan komunitas.
 
Bagi komunitas dan organisasi Muslim di Amerika, ini kali pertama mereka tak menghadiri buka puasa di Gedung Putih. Sebab, di bawah pemerintahan Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama, mereka selalu mendapat undangan.
 
"Akan sangat canggung bagi kami berada di sana, di hadapan seorang presiden yang anti-Muslim, anti-imigran dan mendukung supremasi kulit putih serta kebijakan rasis," kata Direktur Eksekuti CAIR, Nihad Awad.
 
CAIR yang merupakan organisasi advokasi kebebasan sipil Muslim terbesar di Amerika merasa mereka menjadi salah satu sasaran retorika dan kebijakan presiden tentang anti-Muslim.
 
Sementara itu, Trump diketahui hanya mengundang para duta besar negara Muslim yang bertempat di Washington DC.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif