Mantan Wapres AS Joe Biden dalam acara kampanye di Davenport, Iowa, 11 Juni 2019. (Foto: AFP/Getty/Joshua LOTT)
Mantan Wapres AS Joe Biden dalam acara kampanye di Davenport, Iowa, 11 Juni 2019. (Foto: AFP/Getty/Joshua LOTT)

Biden dan Trump Perang Kata-Kata di Iowa

Internasional amerika serikat
Willy Haryono • 12 Juni 2019 14:09
Iowa: Kandidat calon presiden unggulan dari Partai Demokrat Joe Biden terlibat perang kata-kata dengan petahana Donald Trump. Keduanya saling melontarkan pernyataan menjatuhkan demi mendapat suara krusial dari kelas pekerja di negara bagian Iowa menjelang pemilihan umum 2020.
 
Menurut Biden, Trump saat ini merupakan "sebuah ancaman nyata bagi Amerika." Ia juga menilai petahana sama sekali tidak peduli dengan nasib kelas pekerja dan buruh di AS, termasuk Iowa.
 
"Trump berpikir Wall Street dan orang-orang kaya yang membangun negeri ini, padahal bukan. Kelas pekerja menengah yang telah membangun negeri ini," tutur Biden, dilansir dari laman AFP, Selasa 11 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiba di Iowa setelah Biden, Trump menyebut mantan wakil presiden di bawah Barack Obama itu sebagai sosok pria "lemah secara mental." Trump, seorang pengembang real estate, membutuhkan suara dari kelas pekerja di bawah slogan "America First."
 
Dalam kunjungannya, Trump mendatangi sebuah pabrik ethanol sebagai bagian dari dukungan terhadap beberapa petani lokal yang berpengaruh. Setelah dari pabrik, dia mendatangi sebuah jamuan makan malam Partai Republik.
 
"Di bawah pemerintahan saya, kami akan selalu melindungi para petani patriot di Amerika yang hebat ini," ungkap Trump. Dalam pidatonya, Trump sempat menyebut Biden sebagai pria tua yang sering "mengantuk."
 
"Dia (Biden) terlihat berbeda dari sebelumnya, perilakunya juga demikian. Dia bahkan terlihat lebih lamban dari biasanya," kata Trump.
 
Menyinggung mengenai perang dagang dengan Tiongkok, Trump menuduh hal yang terjadi saat ini adalah kesalahan Obama dan Biden.
 
"Sekarang, Tiongkok sangat ingin membuat perjanjian. Sayalah yang membuat perjanjian itu belum dapat diwujudkan. Apakah kita akan membuat perjanjian dengan Tiongkok, atau jangan sama sekali?" tanya Trump.
 
"Tiongkok telah menghancurkan negara kita selama periode Obama dan Biden," lanjutnya.
 
Baca:Joe Biden Diserang Isu Pelecehan Perempuan
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif