Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Shutdown AS Berlanjut, Gedung Putih Nyaris Kosong

Internasional amerika serikat donald trump
Arpan Rahman • 13 Januari 2019 13:03
Washington: Shutdown atau penutupan sebagian institusi pemerintahan Amerika Serikat masih berlanjut dan memasuki hari ke-23 pada Minggu 13 Januari 2019. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda shutdown akan berakhir.
 
"Hampir tidak ada orang lagi di W.H. kecuali saya," tulis Presiden AS Donald Trump di Twitter, merujuk pada Gedung Putih. Shutdown terlama dalam sejarah AS ini dipicu masalah pendanaan tembok di perbatasan AS-Meksiko.
 
Trump mengajukan proposal pendanaan USD5,7 miliar atau setara Rp80 triliun ke Kongres AS untuk pembangunan tembok. Partai Demokrat menolaknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan terus seperti ini untuk waktu lama, kecuali (Partai) Demokrat mau pulang dari 'liburan' mereka dan kembali bekerja. Saya berada di Gedung Putih, siap menandatangani!" lanjut Trump, seperti dinukil dari laman New York Post.
 
Baca:Shutdown Pemerintah AS tidak Berpengaruh pada Ekonomi Indonesia
 
Dalam beberapa kesempatan, Trump mengancam akan mendeklarasikan status darurat nasional agar tembok dapat dibangun tanpa melalui persetujuan kongres. Kubu Demokrat dilaporkan sedang mencari cara legal untuk menghentikan segala bentuk percobaan oleh Trump yang bisa saja mendeklarasikan status darurat nasional di masa mendatang.
 
"Status darurat tidak bisa begitu saja diterapkan, hanya karena presiden berkata 'ini adalah darurat,'" ujar Jamie B. Raskin dari Demokrat kepada Washington Post.
 
Namun sejauh ini, deklarasi status darurat dari seorang presiden AS belum pernah ditentang hingga ke level pengadilan atau mahkamah agung.
 
Sementara itu, merespons banyaknya kritik atas durasi shutdown kali ini, Trump menepis tanggapan dirinya kurang memiliki taktik atau strategi. "Saya punya rencana atas shutdown ini," tulis Trump.
 
"Saya menjanjikan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat Amerika. Bagian dari janji itu adalah tembok di Perbatasan Selatan," lanjut dia.
 
Akibat shutdown ini, sekitar 800 ribu pegawai federal AS bekerja tanpa dibayar. Dalam sejarah AS, shutdown terlama terjadi di bawah pemerintahan Presiden Bill Clinton pada periode 1995-1996. Kala itu, shutdown berlangsung 21 hari.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi