Kunjungan delegasi Indonesia ke perusahaan Tesla di California, AS, 12-15 Maret 2019. (Foto: KJRI San Francisco)
Kunjungan delegasi Indonesia ke perusahaan Tesla di California, AS, 12-15 Maret 2019. (Foto: KJRI San Francisco)

Berkunjung ke Tesla, Delegasi RI Jajaki Potensi Kerja Sama

Internasional indonesia-as
16 Maret 2019 11:06
California: Delegasi Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Tesla Gigafactory I dan Tesla Factory Fremont serta Lawrence Berkeley National Laboratory (LBNL) di California, Amerika Serikat, pada 12–15 Maret 2019.
 
Wakil Ketua DPR RI/Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan, Agus Hermanto, memimpin delegasi yang terdiri dari tujuh anggota DPR RI, Konsul Jenderal RI San Francisco, Sekjen Dewan Energi Nasional, staf ahli Kementerian Keuangan, dosen Universitas Brawijaya dan Staf KJRI San Francisco.
 
Kunjungan kerja ini bertujuan mendapatkan informasi serta best practice bagi Indonesia mengenai perkembangan teknologi, regulasi dan kebijakan pemanfaatan energi terbarukan di AS dan California, khususnya dalam pengembangan teknologi baterai kapasitas besar dan kendaraan bermotor listrik. Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi kerja sama antara sejumlah pihak di masa mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indonesia saat ini sedang dalam proses menyusun regulasi nasional mengenai kendaraan listrik dan sedang membangun pabrik baterai kapasitas besar dengan memanfaatkan sumber daya alam pendukung produksi baterai tersebut," kata Agus Hermanto, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Sabtu 16 Maret 2019.
 
Sesuai dengan Persetujuan Paris yang telah diratifikasi Indonesia melalui UU no 16 tahun 2016, Indonesia memiliki kewajiban untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Komitmen tersebut tertuang dalam Nationally Determined Contribution, yang mencantumkan berbagai sektor aksi penurunan emisi gas rumah kaca yang akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.
 
Dalam komitmennya, Indonesia menargetkan akan menurunkan sebesar 29 persen emisi gas rumah kaca dibandingkan business as usual yang akan dicapai di tahun 2030.
 
Berkunjung ke Tesla, Delegasi RI Jajaki Potensi Kerja Sama
Delegasi RI di Tesla. (Foto: KJRI San Francisco)
 
Salah satu sektor yang menjadi fokus rencana aksi komitmen Pemerintah Indonesia adalah sektor transportasi. Indonesia harus melakukan proses transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan ramah lingkungan.
 
Pemerintah Indonesia berupaya menjajaki berbagai peluang kerja sama demi mendukung program nasional yang mengupayakan agar kendaraan ramah lingkungan yang berbasis listrik dengan tingkat kandungan dalam negeri yang tinggi.
 
Saat ini Indonesia mulai meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan teknologi kendaraan listrik nasional, dengan mengerahkan ahli-ahli dan peneliti nasional untuk mewujudkan hal tersebut.
 
Dalam pertemuan dengan LBNL, Delegasi Indonesia memperoleh informasi mengenai kebijakan dan perkembangan teknologi kendaraan listrik di negara bagian California dan beberapa negara seperti China dan India. Selain itu, LBNL menyampaikan pula hasil penelitian mereka mengenai kebijakan efisiensi energi dan energi terbarukan, aspek biaya, perkembangan teknologi serta baterai kapasitas besar yang dapat diimplementasikan di Indonesia.
 
LBNL sejauh ini telah melakukan kerja sama dengan beberapa kementerian dan universitas di Indonesia sejak tahun 2014 sebagai implementasi MOU Departemen Energi Amerika Serikat dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia. Kedua belah pihak mendiskusikan potensi kerja sama antara LBNL dan kementerian atau lembaga terkait Indonesia. Delegasi DPR menyampaikan bahwa kerja sama ini patut dilanjutkan dan dijajaki untuk menggali potensi kolaborasi di bidang energi baru dan terbarukan lainnya.
 
Berkunjung ke Tesla, Delegasi RI Jajaki Potensi Kerja Sama
Delegasi RI di LBNL. (Foto: KJRI San Francisco)
 
Melalui kunjungan kerja ini, delegasi Indonesia memperoleh masukan yang sangat penting demi mendukung formulasi regulasi yang mendorong pengembangan bisnis dan investasi di sektor energi baru dan terbarukan.
 
Diharapkan, berbagai informasi yang telah diperoleh dapat mendorong percepatan pembentukan regulasi nasional untuk menerapkan efisiensi energi bagi sektor swasta dan meyakinkan sektor industri bahwa regulasi ini akan membawa keuntungan finansial dan sosial bagi seluruh pihak dan mendorong domestic consumption.
 
Pemerintah RI juga mendorong terbentuknya kemitraan konkrit antara Kementerian atau lembaga terkait di Indonesia dengan LBNL maupun TESLA demi mendukung pengembangan lebih lanjut teknologi, regulasi dan kebijakan pemanfaatan energi terbarukan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif