Wali Kota New York Bill de Blasio bertekad untuk melawan Donald Trump dalam Pilpres AS.
Wali Kota New York Bill de Blasio bertekad untuk melawan Donald Trump dalam Pilpres AS.

Tantang Trump, Wali Kota New York Maju ke Pilpres AS

Internasional amerika serikat
Arpan Rahman • 17 Mei 2019 15:05
New York: Wali Kota New York, Bill de Blasio, ikut maju ke perlombaan menduduki Gedung Putih, pada Kamis. Ia menentang media yang bermusuhan dan angka-angka pemilu yang suram untuk menunjukkan dirinya sebagaipeluang terbaik Demokrat untuk menyingkirkan ‘artis gadungan’ Donald Trump pada 2020.
 
Calon penantang Demokrat ke-23 bagi Trump, de Blasio mulai dengan serangan frontal pada presiden dari Partai Republik, menjulukinya ‘Con Don’ karena mengklaim dia ada di pihak orang Amerika yang bekerja.
 
"Donald Trump harus dihentikan," katanya dalam video yang mengumumkan pencalonannya. "Saya tahu bagaimana menggulungnya," cetusnya, dikutip dari laman AFP, Jumat 17 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


De Blasio menggandakan diri pada konferensi pers. "Dia penipu, dan kita orang New York mengenal penipu ketika kita melihatnya. Kita akan langsung menyasarnya,“ katanya.
Kampanye itu "adalah tentang memprioritaskan orang-orang yang bekerja," tegas De Blasio, menyoroti catatannya di kota terpadat dan paling beragam di Amerika.
 
Trump menanggapi pengumuman itu dengan tweet video yang tampaknya diambil di Air Force One. Di mana ia mengatakan kemenangan De Blasio "tidak akan pernah terjadi."
 
"Saya berharap dia beruntung, tapi sungguh akan lebih baik jika kamu kembali ke New York City dan melakukan pekerjaanmu untuk sedikit waktu yang tersisa,” sebut Trump.
 
Trump, yang mengunjungi kampung halamannya di New York untuk kali pertama dalam beberapa bulan, sebelumnya pada hari itu mengutuk De Blasio sebagai "wali kota terburuk di AS."
 
"Dia seorang pelawak, tetapi jika kamu suka pajak tinggi dan kejahatan, dia orangmu. NYC Benci DIA!" dia menulis di Twitter.
 
De Blasio telah menjajaki kemungkinan maju ke pilpres selama berbulan-bulan, melakukan perjalanan ke negara-negara bagian pemungutan suara awal Iowa dan South Carolina, yang keduanya katanya akan kembali ke dalam waktu dekat.
 
Kampanyenya sejauh ini telah menghadapi cemoohan yang meluas, jajak pendapat menunjukkan mantan wakil presiden Joe Biden memimpin di antara para pesaing Demokrat, diikuti Senator liberal Bernie Sanders.
 
Jajak pendapat dari Partai Demokrati untuk de Blasio sangat rendah di New York sendiri. Sebanyak 76 persen pemilih New York City yang mencolok mengatakan bahwa De Blasio tidak boleh memasuki pilpres 2020, menurut jajak pendapat Universitas Quinnipiac bulan lalu.
 
Koran-koran lokal mengejeknya karena kurang karisma dan halaman depan tabloid New York Post pada Kamis sangat pedas: montase foto orang-orang tertawa histeris di atas tajuk "De Blasio mencalonkan diri sebagai presiden."
 
Kuda hitam abadi
 
De Blasio sendiri memuji serangkaian prestasi sebagai wali kota: ia telah memperkenalkan taman kanak-kanak universal gratis dan cuti sakit, dan awal tahun ini ia meluncurkan rencana menjamin perawatan kesehatan bagi semua warga New York.
 
"Apa yang saya bawa adalah fokus total mutlak pada mengutamakan orang. Saya telah melakukannya di sini," kata pria 58 tahun itu dan yang pertama kali terpilih pada 2013 dan terpilih kembali dua tahun lalu.
 
Namun terlepas dari penyangkalan bahwa pekerjaan Wali Kota New York adalah yang terberat kedua di Amerika setelah presiden, De Blasio -- kadang-kadang dijuluki "Burung Besar" untuk tubuhnya yang kurus, 1,97 meter -- adalah salah satu dari sedikit orang yang secara terbuka percaya diri akan peluang kepresidenannya.
 
Ditanya tentang angka-angka selama wawancara televisi ABC Kamis pagi, De Blasio menjawab: "Saya pikir Anda akan setuju bahwa jajak pendapat yang sebenarnya penting adalah pemilu itu sendiri."
 
Beberapa pengunjuk rasa berkumpul di luar studio selama wawancara itu, dan Asosiasi Kebajikan Polisi New York merilis pernyataan pahit Tentang de Blasio.
 
"Sangat menggelikan bahwa seorang wali kota yang tidak menunjukkan minat menjalankan New York City selama enam tahun sekarang mengatakan dia ingin keliru mengatur seluruh negara," kata Presiden Asosiasi Patrick Lynch.
 
De Blasio menggantikan miliarder Michael Bloomberg dengan janji mengurangi kesenjangan kota yang mencolok. Sejak Trump berkuasa, de Blasio mengecam penguatan kebijakan imigrasi presiden dan keputusannya menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan iklim Paris.
 
"Kita harus berurusan dengan pemanasan global sekarang," kata De Blasio kepada 'Good Morning America' acara televisi ABC, menjanjikan dukungan untuk Green New Deal, proposal yang ditawarkan oleh Demokrat progresif yang secara dramatis akan mengubah Amerika Serikat dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan.
 
De Blasio menikah dengan Chirlane McCray, wanita Afro-Amerika yang selama puluhan tahun diidentifikasi sebagai lesbian.
 
Ia tetap populer di komunitas kulit hitam, tetapi kaum Hispanik terpecah dan kebanyakan orang kulit putih memandangnya dengan tidak baik. Beberapa pembantu saat ini dan mantan ajudannya telah berbicara dengan keras tentang pencalonannya ke Gedung Putih.
 
Tetapi sang wali kota, yang suka menganggap dirinya sebagai orang yang diunggulkan terus-menerus, tampaknya telah menepis kritik, baru-baru ini mengatakan bahwa satu-satunya saran yang penting adalah dari istrinya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif