Bocorkan Informasi Rahasia, Mantan Asisten Senat AS Ditangkap

Arpan Rahman 08 Juni 2018 19:11 WIB
amerika serikat
Bocorkan Informasi Rahasia, Mantan Asisten Senat AS Ditangkap
Ilustrasi oleh Medcom
Washington: Seorang mantan asisten Komite Senat Amerika Serikat (AS) ditangkap atas tuduhan berbohong kepada FBI dalam penyelidikan membocorkan informasi rahasia kepada wartawan.
 
FBI mengatakan, James A. Wolfe, 57, membuat pernyataan yang menyesatkan kepada agen ketika mereka bertanya kepadanya tentang kontak sebelumnya dengan beberapa wartawan. Termasuk seseorang yang punya hubungan pribadi dengannya sekitar Desember 2013 sampai Desember 2017.
 
Reporter itu, Ali Watkins dari New York Times, juga memiliki catatan telepon dan emailnya yang disita secara diam-diam oleh FBI.
 
"Selalu membingungkan ketika catatan telepon wartawan diperoleh oleh Departemen Kehakiman -- melalui panggilan juri atau proses hukum lainnya," kata pengacara pribadi Watkins, Mark J. MacDougall, menurut New York Times. "Apakah itu benar-benar diperlukan di sini akan tergantung pada sifat penyelidikan dan ruang lingkup tuduhan apa pun," lanjutnya, seperti disitat UPI, Jumat 8 Juni 2018.

Hingga saat ini Watkins belum dituduh berbuat kejahatan.
 
Juru bicara New York Times, Eileen Murphy, berkata, menyita catatan komunikasi wartawan adalah langkah yang mengkhawatirkan dan berpotensi inkonstitusional sekalipun demi penyelidikan.
 
"Kebebasan pers adalah landasan demokrasi, dan komunikasi antara wartawan dan sumber-sumber mereka perlu perlindungan," kata Murphy.
 
Menurut dakwaan FBI pada Wolfe, mantan direktur keamanan untuk Komite Intelijen Senat yang pensiun awal tahun ini, "terlibat dalam kontak ekstensif dengan beberapa wartawan" dan sering memakai layanan pesan anonimisasi, seperti Signal dan WhatsApp.
 
Watkins, yang bertemu Wolfe pada 2013 ketika menjadi mahasiswa magang dan reporter lepas di Washington, menulis lusinan artikel tentang SSCI, menurut surat dakwaan.
 
Menurut surat dakwaan, Wolfe mengirim pesan kepada Watkins berikut ini pada bulan Desember 2017: "Saya menyimak karier Anda terus berlanjut, bahkan sebelum Anda berkarier di bidang jurnalisme. Saya selalu berusaha memberi Anda informasi sebanyak mungkin dan melakukan yang benar, sehingga Anda bisa mendapatkan penghormatan sebelum orang lain".
 
Salah satu urusan itu diduga cerita Watkins pada 3 April 2017 buat Buzzfeed News yang mengungkapkan FBI sedang menyelidiki Carter Page, mantan penasihat kampanye untuk Presiden Donald Trump, karena mata-mata Rusia berusaha merekrutnya pada 2013.
 
"Terungkapnya koneksi Page ke intelijen Rusia -- yang terjadi lebih dari tiga tahun sebelum hubungannya dengan Trump -- menjadi kontak yang paling terdokumentasi dengan jelas hingga saat ini antara intelijen Rusia dan seseorang di lingkaran Trump," tulis Watkins.
 
FBI mengatakan bahwa Wolfe memberikan informasi rahasia tentang investigasi rahasia ke Watkins dan membocorkan informasi kepada tiga wartawan lain tentang topik yang berbeda terkait SSCI.
 
Semua wartawan tidak disebutkan namanya dalam dakwaan, tapi New York Times mempublikasikan identitas Watkins sebagai salah satu wartawan tersebut.
 
Wolfe didakwa tiga tuduhan membuat pernyataan palsu kepada agen pemerintah ketika dia ditanyai tentang kontaknya dengan wartawan.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id