Foto Satelit Perlihatkan Pengembangan Fasilitas Nuklir Korut
Foto satelit memperlihatkan jaringan pipa yang baru saja selesai dibangun di Radioisotope Production Facility.. (Foto: Airbus Defense and Space and 38 North)
 Washington: Korea Utara terus melakukan pengembangan terhadap sebuah fasilitas riset nuklir, yang mempertanyakan klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Kim Jong-un sudah siap melakukan denuklirisasi.

Laporan disampaikan para ahli senjata independen yang dilaporkan lewat situs 38north.

Sesuai janji AS, jika denuklirisasi penuh tercapai, maka sanksi yang dijatuhkan kepada Korut akan dikurangi atau bahkan dicabut. Citra satelit menunjukkan pengembangan di infrastruktur Pusat Riset Ilmiah Nuklir Yongbyon Korut. 


"Peningkatan terus berlangsung cepat," ucap tiga analis 38north dalam sebuah laporan, dilansir dari NBC News, Kamis 28 Juni 2018.

Para analis memperingatkan pekerjaan lanjutan di fasilitas Yongbyon berpotensi menggagalkan kesepakatan denuklirisasi antara Pyongyang dan Washington. Sebagian dari analis merasa Korut tak berniat melucuti senjata.

"Korut terus memperluas fasilitasnya untuk memproduksi senjata nuklir dan rudal balistik. Kami belum pernah sepakat Korutakan menawarkan untuk menyerah pada nuklir. Rasanya tidak akan pernah terjadi," tukas Jeffrey Lewis, Direktur Program Nonproliferasi Asia Timur di Middlebury Institute of International Studies di Monterey.

Namun, sebagian lain mengatakan apa yang dilakukan negara terisolasi itu jangan dilihat sebagai aksi mereka membangkang dari perjanjian yang ditandatangani pemimpin Kim Jong-un dan Trump di Singapura.

Dokumen gabungan ditandangani Trump dan Kim dalam pertemuan di Singapura pada 12 Juni. Dalam dokumen terdapat empat poin kesepakatan, diantaranya mengenai denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id