AS akan Tutup Gedung Perwakilan Palestina di Washington
Bendera Palestina untuk kali pertamanya dikibarkan di area gedung PBB, New York, Rabu (30/9/2015). (Foto: AFP / SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)
Washington: Amerika Serikat memutuskan akan menutup gedung perwakilan misi Palestina di Washington. Ini merupakan kelanjutan dari langkah terbaru Presiden Donald Trump terhadap Palestina.

"Kami telah mendapat informasi dari AS bahwa mereka memutuskan menutup misi Palestina di sana," ucap Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Senin 10 September 2018.

"Ini semakin menegaskan bahwa kebijakan pemerintahan Trump membuat warga Palestina semakin menderita, termasuk dengan memangkas bantuan dana untuk aktivitas kemanusiaan, kesehatan dan pendidikan," lanjut dia.


PLO memutuskan hubungan dengan AS usai Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota dari Israel pada Desember lalu. Padahal, Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang.

Sejak mengakui Yerusalem, Trump membekukan sementara bantuan untuk Palestina. Ia menegaskan bantuan akan ditahan hingga Palestina bersedia kembali ke meja negosiasi untuk mencari solusi perdamaian di Timur Tengah.

Trump telah menghentikan aliran dana senilai lebih dari USD200 juta untuk berbagai proyek di Palestina. Ia juga membatalkan aliran dana bagi Agensi PBB untuk Pengungsi Palestina dan jaringan rumah sakit di Yerusalem Timur.

Keputusan menutup gedung perwakilan Palestina dilakukan menjelang peringatan 25 tahun Perjanjian Oslo pada 13 September mendatang.

Pada 1993, perjanjian itu ditetapkan lewat sebuah jabat tangan di Gedung Putih, yang tujuan akhirnya adalah membantu mencarikan solusi damai antara Palestina dengan Israel.

Baca: AS Cabut Bantuan Rp370 Miliar untuk Rumah Sakit Palestina



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id