Trump Dituntut Hukum atas Pemisahan Keluarga Imigran
Presiden AS Donald Trump dituntut secara hukum terkait kebijakan pemisahan keluarga imigran (Foto: AFP).
Washington: Sekelompok 18 jaksa penuntut umum menggugat pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa 26 Juni, atas pemisahan keluarga imigran di perbatasan.
 
Gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Barat Washington berpendapat kebijakan imigrasi 'tanpa toleransi' pemerintah Trump secara ilegal menimbulkan trauma pada anak-anak. Dengan menuntut lebih banyak orang yang berusaha menyeberangi perbatasan secara ilegal dan memisahkan mereka dari anak-anak mereka.
 
"Para pejabat Perbatasan secara tidak sah menelantarkan para keluarga ini dengan dalih bahwa AS 'penuh' atau tidak muat lagi menerima pencari suaka. Praktik yang melanggar hukum ini memperburuk trauma yang sudah diderita oleh keluarga pengungsi sementara secara bersamaan meningkatkan pelanggaran masuk ilegal secara artifisial," bunyi gugatan, seperti dikutip UPI, Rabu 27 Juni 2018.
 
Para jaksa dari California, Delaware, District of Columbia, Illinois, Iowa, Maryland, Massachusetts, Minnesota, New Jersey, New Mexico, New York, North Carolina, Oregon, Pennsylvania, Rhode Island, Vermont, Virginia, dan negara bagian Washington, semuanya berhaluan Demokrat, bergabung dengan gugatan.
 
Jaksa Agung New York Barbara Underwood mengatakan kebijakan itu 'tidak rasional diskriminatif' dan melanggar jaminan konstitusi perlindungan yang sama.
 
"Ini hanya menargetkan orang-orang yang melintasi perbatasan barat daya kami, yang mayoritas berasal dari Amerika Latin, dan tidak ada orang yang melintasi perbatasan utara atau memasuki Amerika Serikat di tempat lain," kata kantor Underwood.
 
Gugatan itu muncul setelah komisaris Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Kevin K. McAleenan berkata, memerintahkan agen perbatasan agar tidak merujuk keluarga ke Departemen Kehakiman demi penuntutan pidana sampai kedua lembaga itu dapat mencapai kesepakatan mengenai kebijakan yang memungkinkan orang tua dituntut tanpa dipisahkan dari anak mereka.
 
Sementara itu keluarga akan dibebaskan dan diperintahkan untuk kembali nanti untuk dihadapkan ke pengadilan karena Immigration and Customs Enforcement tidak memiliki ruang tahanan yang cukup untuk keluarga tersebut.
 
Pekan lalu, Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menyatakan seluruh keluarga imigran akan ditahan bersama oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri. Sementara menunggu proses hukum bagi orang tua dan anak-anak hanya akan dipisahkan dari orang tua mereka jika keselamatan mereka berisiko, setelah menghadapi serangan balik terhadap kebijakan tersebut.
 
Menteri Pertahanan James Mattis juga mengatakan Pentagon akan membangun tenda-tenda di Goodfellow Air Force Base dan Fort Bliss di Texas, yang akan menampung anak-anak imigran yang tidak didampingi dan keluarga migran masing-masing.
 
Trump menuduh para migran menyeberang perbatasan menggunakan anak-anak kecil 'untuk keuntungan mereka sendiri' seraya menyerukan peningkatan keamanan perbatasan.
 
Ia juga memuji keputusan 5-4 Mahkamah Agung guna menegakkan apa yang disebut 'larangan bepergian' bagi para migran dan pengungsi dari beberapa negara mayoritas Muslim sebagai 'sukses luar biasa.'
 



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id