Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih, Washington, 21 Juli 2019. (Foto: AFP/OLIVIER DOULIER)
Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih, Washington, 21 Juli 2019. (Foto: AFP/OLIVIER DOULIER)

Trump Minta Empat Perempuan Anggota Kongres AS Minta Maaf

Internasional amerika serikat donald trump
Arpan Rahman • 22 Juli 2019 12:02
Washington: Presiden Donald Trump kembali melanjutkan serangannya terhadap empat perempuan asal Partai Demokrat yang duduk di Kongres Amerika Serikat. Kali ini, Trump mendesak keempatnya untuk meminta maaf atas "hal-hal buruk yang telah mereka ucapkan."
 
Pekan kemarin, Trump memicu kontroversi dengan menuduh keempat perempuan berdarah campuran itu sebagai sosok yang membenci AS. Trump kemudian menyarankan mereka untuk "pulang ke negara asal masing-masing."
 
Padahal, keempat perempuan -- Alexandria Ocasio-Cortez, Rashida Tlaib, Ilhan Omar and Ayanna Pressley -- itu adalah warga AS, dan tiga dari mereka bahkan lahir di Negeri Paman Sam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak yakin empat perempuan anggota Kongres itu mampu mencintai negara kita," tulis Trump di Twitter, merujuk pada keempat politikus Demokrat.
 
"Mereka seharusnya meminta maaf kepada Amerika (dan Israel) atas hal-hal buruk yang telah mereka ucapkan. Mereka menghancurkan Partai Demokrat, tapi tidak akan pernah bisa merusak negara hebat kita!" lanjut Trump, dilansir dari laman Sky News, Senin 22 Juli 2019.
 
Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat telah menggelar pemungutan suara untuk mengecam secara resmi pernyataan bernada xenofobia dan rasis terhadap empat politikus Demokrat.
 
Sebagian besar petinggi Partai Republik mendukung Trump, namun ada empat yang ikut bersama 235 anggota dewan Demokrat dalam mengecam "komentar rasis Trump yang memperburuk kebencian di tengah masyarakat Amerika."
 
Seorang anggota dewan independen juga turut mendukung kecaman terhadap Trump.
 
Merespons gelombang kecaman, Trump menegaskan bahwa komentarnya terhadap empat perempuan Kongres tersebut tidak bernada rasis. Ia menuding pemungutan suara di DPR untuk mengecam dirinya hanyalah sebuah "permainan tipuan Demokrat."
 
Ia menyerukan segenap politisi Republik untuk tidak "memperlihatkan kelemahan dan jatuh ke perangkap" Demokrat.
 
Baca:Politikus Demokrat Sebut Trump sebagai Fasis

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif