Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan serahkan hibah USAID kepada organisasi masyarakat sipil Indonesia. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).
Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan serahkan hibah USAID kepada organisasi masyarakat sipil Indonesia. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).

AS Hibahkan Rp18 Miliar untuk Pengelolaan Sampah di Indonesia

Internasional indonesia-as
Sonya Michaella • 27 Maret 2019 12:34
Jakarta: Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID menghibahkan dana sebesar Rp18 miliar ke enam organisasi masyarakat sipil Indonesia, untuk membantu pengelolaan daur ulang sampah.
 
Tak hanya dana, USAID juga akan memberikan bantuan teknis serta pelatihan. Terutama untuk meningkatkan pengelolaan sampah daur ulang dan meminimalisir penggunaan plastik.
 
Penandatanganan pemberian hibah ini disaksikan langsung oleh Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Tukul Rameyo Adi, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Novrizal Tahar dan Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pemerintah AS, melalui USAID, mempromosikan pendekatan lokal untuk mengurangi plastik laut melalui pemberian hibah ini,” kata Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu 27 Maret 2019.
 
“Kami harap hibah ini dimanfaatkan enam organisasi untuk mencari solusi inovatif demi menangani tantangan sampah plastik di Indonesia,” lanjut dia.
 
Donovan melanjutkan, penandatanganan hibah ini merupakan hal penting dalam 70 tahun usia diplomatik AS dan Indonesia. AS ingin membantu agar masyakarat Indonesia memiliki hidup yang sehat di masa depan.
 
Enam penerima hibah tersebut adalah Yayasan Bintari di Semarang, Yayasan Misool di Sorong Papua, Yayasan Gringgo di Bali, Divers Clean Action di Kepulauan Seribu, Transformasi Indonesia di Kabupaten Gowa dan Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi di Bandung.
 
Yayasan Bintari dan Yayasan Misool akan memperkuat bank sampah masyarakat untuk meningkatkan kapasitas daur ulang dan pengumpulan plastik habis pakai. Transformasi Indonesia dan Yayasan Pengembangan Biosains akan bekerja untuk berbagi dan mereplikwsi model pengelolaan limbah yang terbukti berhasil.
 
Sementara itu, Divers Clean Action dan Gringgo akan bekerja dengan operator pengelolaan sampah kota untuk meningkatkan sistem pengumpulan limbah melalui partisipasi masyarakat. Mereka juga akan membuat aplikasi yang dapat melacak pengumpulan limbah rumah tangga.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif