Turki sepakat membeli sistem rudal S-400 milik Rusia. (Foto: AFP).
Turki sepakat membeli sistem rudal S-400 milik Rusia. (Foto: AFP).

AS Desak Turki Batalkan Pembelian Sistem Rudal S-400

Internasional amerika serikat
Marcheilla Ariesta • 08 Juni 2019 17:11
Washington: Amerika Serikat (AS) terus mendesak Turki agar membatalkan pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia. Bahkan mereka memberi Ankara tenggat waktu untuk pembatalan pembelian sistem rudal ini.
 
Wakil Menteri Pertahanan, Ellen Lord mengatakan batas waktu yang diberikan kepada Turki hingga 31 Juli mendatang. Jika Turki tak melakukannya, maka para pilot yang tengah menjalani pelatihan jet tempur F-35 di AS akan dikeluarkan.
 
"Tenggat waktu itu akan memberi waktu cukup bagi personel Turki terkait program F-35 untuk meninggalkan AS serta memfasilitasi penghentian partisipasi aktif mereka," kata Lord, dilansir dari laman AFP, Sabtu, 8 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, kesepakatan dengan sejumlah kontraktor Turki yang diserahi mandat memproduksi komponen bagi jet tempur generasi kelima itu juga akan dibatalkan.
 
Dia menekankan ultimatum itu dari fakta bahwa sebagai sesama anggota NATO, Ankara dilaporkan telah mengirimkan personel ke Rusia untuk memulai pelatihan S-400.
 
Sementara itu, beberapa waktu lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menentukan sikap mereka. Erdogan mengatakan Turki tidak akan mundur dari pembelian sistem rudal tersebut.
 
Turki sudah berniat untuk membeli 100 unit F-35 dengan industri pertahanannya dilaporkan telah menggelontorkan dana besar untuk memproduksi komponennya. Erdogan melanjutkan, dia sudah memberi tahu AS dia bakal mempertimbangkan membeli Patriot hanya jika kondisi pengirimannya sama positif dengan AS.
 
"Namun sayangnya, kami masih belum menerima proposal positif dari pihak Amerika terkait dengan Patriot daripada S-400 yang kami terima dari Rusia," jelas Erdogan. Sementara Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan menuturkan dia sudah mengirim surat kepada koleganya, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif