Robert Mueller menyelidiki dugaan keterlibatan Rusia dalam Pemilu Presiden AS 2016 yang dimenangkan Donald Trump. (Foto: AFP).
Robert Mueller menyelidiki dugaan keterlibatan Rusia dalam Pemilu Presiden AS 2016 yang dimenangkan Donald Trump. (Foto: AFP).

Penyelidik Kasus Trump Akan Bersaksi di Hadapan Publik

Internasional amerika serikat
Fajar Nugraha • 26 Juni 2019 09:59
Washington: Mantan penasihat khusus Amerika Serikat (AS) Robert Mueller sepakat untuk bersaksi di depan umum pada 17 Juli. Mueller akan bersaksi tentang laporannya mengenai campur tangan Rusia dalam Pemilihan Presiden AS 2016.
 
"Robert Mueller telah sepakat untuk bersaksi di hadapan Kongres sesuai dengan panggilan pengadilan," tulis Ketua Komite Intelijen, Adam Schiff di Twitter.
 
"Rusia menyerang demokrasi kita untuk membantu Trump menang. Trump menyambut dan menggunakan bantuan itu. Seperti kata Mueller, itu harus menjadi perhatian setiap orang Amerika. Dan sekarang, setiap orang Amerika akan mendengar langsung dari Mueller,” sebut Schiff, seperti dikutip dari AFP, Rabu, 26 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Komite Kehakiman Jerry Nadler membenarkan bahwa Mueller akan muncul dalam sesi terbuka.
 
Laporan Mueller yang dirilis pada April menjabarkan banyak kontak antara kampanye pemilihan Trump dan Rusia yang terkait dengan pemerintah. Laporan juga diserta bukti bahwa presiden mencoba beberapa kali untuk menghalangi penyelidikan.
 
Menanggapi rencana pemakzulan, Partai Demokrat terpecah tentang apakah akan memulai proses pemakzulan terhadap Trump, yang berasal dari Partai Republik. Untuk itu Partai Demokrat telah meminta tokoh utama,-yakni Mueller,- untuk bersaksi di depan umum tentang temuannya.
 
Membuat pernyataan publik pertamanya tentang penyelidikan berisiko tinggi pada 29 Mei, Mueller mengatakan pedoman Departemen Kehakiman yang sudah lama mencegahnya menuntut Trump. Meskipun setidaknya ada 10 kemungkinan tindakan penghalang kriminal oleh presiden.
 
“Tetapi tidak mendakwa Trump tidak sama dengan menjernihkannya,” kata Mueller. Kondisi itu menunjukkan bahwa Kongres memiliki kekuatan konstitusional dan tanggung jawab untuk meneruskan kasus ini.
 
Sementara banyak kandidat untuk nominasi Capres dari Partai Demokrat adalah pro-impeachment (atau pro-pemakzulan). Ketua DPR Nancy Pelosi berpendapat bahwa itu akan menjadi langkah yang berisiko tanpa kasus "ketat" dan dukungan bipartisan.
 
Jika Dewan Perwakilan Rakyat yang dikontrol Demokrat akan memberikan suara atas dakwaan pemakzulan, Senat yang dikuasai Partai Republik akan memutuskan apakah akan menghukum Trump dengan catatan meraih dukungan hingga dua pertiga suara.
 
"Warga Amerika telah menuntut untuk mendengar langsung dari penasihat khusus sehingga mereka dapat memahami apa yang dia dan timnya periksa, buka, dan tentukan tentang serangan Rusia terhadap demokrasi kita, penerimaan kampanye Trump dan penggunaan bantuan itu. Presiden Trump dan rekan-rekannya menghalangi penyelidikan atas serangan itu," kata Nadler dan Schiff dalam pernyataan bersama.
 
Mueller menghabiskan hampir dua tahun menyelidiki campur tangan pemilu Rusia dan kemungkinan keterlibatan oleh Trump dan lingkaran dalamnya.
 
Dia menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang cukup tentang konspirasi kriminal, tetapi mendapati bahwa kampanye Trump disambut baik dan diharapkan mendapat manfaat secara elektoral dari informasi yang dicuri dan dirilis melalui upaya Rusia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif