Prajurit AS di Pangkalan Udara Dover, 15 Juli 2019, menggotong peti berisi rekan mereka yang meninggal saat bertugas di Afghanistan. (Foto: AFP/MARK WILSON)
Prajurit AS di Pangkalan Udara Dover, 15 Juli 2019, menggotong peti berisi rekan mereka yang meninggal saat bertugas di Afghanistan. (Foto: AFP/MARK WILSON)

Serdadu Afghanistan Bunuh Dua Tentara AS

Internasional taliban afghanistan
Arpan Rahman • 30 Juli 2019 13:48
Washington: Amerika Serkat mengatakan seorang prajurit Afghanistan telah membunuh dua tentara AS.
 
Disitir dari Dawn, Selasa 30 Juli 2019, Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa keduanya meninggal saat bertugas di Afghanistan.
 
Informasi tambahan sengaja ditahan selama 24 jam untuk memastikan keluarga kedua korban menerima kabar kematian terlebih dahulu dan bukan melalui media massa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serangan terhadap pasukan AS dan Afghanistan meningkat menjelang pemilihan umum presiden pada September mendatang. Aksi kekerasan telah menodai awal masa kampanye, setelah Presiden Ashraf Ghani berkukuh bahwa "perdamaian akan segera datang."
 
Sedikitnya 20 orang dan 50 lainnya terluka dalam serangan bom di kantor calon wakil presiden Amrullah Saleh. Ia adalah pendamping Ghani dalam pilpres tahun ini.
 
Serangan tersebut terjadi di hari pertama masa kampanye, yang menjadi pengingat bahwa situasi keamanan di Afghanistan saat ini masih sangat buruk.
 
Terjadi pada Minggu 28 Juli pukuol 16.40 waktu Afghanistan, ledakan besar terjadi dekat gedung Green Trend milik Saleh. Dia berhasil melarikan diri dari serangan tersebut tanpa mengalami luka berarti.
 
Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan, serangan terjadi saat seorang militan meledakkan mobil berisi penuh bahan peledak di depan kantor cawapres Saleh. Setelah ledakan terjadi, tiga rekan pelaku menerobos ke dalam gedung.
 
Selang enam jam, serangan dan baku tembak berakhir. Semua pelaku penyerangan kantor cawapres Saleh tewas, dan petugas menyelamatkan sekitar 150 orang yang terperangkap di Green Trend.
 
Satu hari sebelum serangan, Menteri Perdamaian Abdul Salah Rahimi mengatakan bahwa dialog langsung dengan Taliban akan berlangsung dengan Taliban dalam waktu dua pekan ke depan. Belum dapat dipastikan apakah dialog akan benar-benar terjadi, karena selama ini Taliban selalu menolak berdialog langsung dengan pemerintah Afghanistan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif