Imigran dan pengungsi asal negara-negara Amerika Tengah berusaha pindah ke Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. (Foto: AFP/GUILLERMO ARIAS)
Imigran dan pengungsi asal negara-negara Amerika Tengah berusaha pindah ke Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. (Foto: AFP/GUILLERMO ARIAS)

AS Pangkas Hampir Separuh Kuota Penerimaan Pengungsi

Internasional amerika serikat pengungsi sinabung
Medcom • 28 September 2019 20:03
Washington: Amerika Serikat berencana memangkas jumlah penerimaan pengungsi secara signifikan dari 30 ribu orang per tahun menjadi 30 ribu. Program penerimaan pengungsi dengan kuota 30 ribu orang per tahun telah berjalan di AS selama lebih kurang satu dekade.
 
"Proposal penerimaan pengungsi ini menekankan kembali komitmen Amerika untuk membantu orang-orang telantar di dunia, namun di waktu yang bersamaan kami juga memenuhi tugas utama dalam melindungi dan melayani masyarakat Amerika," ucap pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri AS, dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat 27 September 2019.
 
Kemenlu AS telah berkonsultasi dengan Kongres sebelum memfinalisasi perubahan akhir program penerimaan pengungsi. Namun pada kenyataannya, keputusan akhir ada di tangan Gedung Putih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak sebelum menjabat hingga saat ini, Presiden Donald Trump berulang kali menyatakan sikapnya dalam bidang keimigrasian. Ia dinilai sejumlah pihak cenderung mengurangi atau bahkan menolak kedatangan imigran atau imigran, baik itu yang berstatus resmi maupun ilegal.
 
Kuota penerimaan pengungsi AS saat ini merupakan yang terendah sejak program ini pertama kali dimulai pada 1980. Saat itu, AS bersedia menerima hampir 85 ribu pengungsi.
 
Rencana pengurangan kuota pengungsi ini memicu reaksi dari sejumlah grup hak keimigrasian. "Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi Amerika," kata David Miliband, CEO dari International Rescue Committee (IRC).
 
"Keputusan ini merepresentasikan kerusakan lebih lanjut terhadap kepemimpinan Amerika dalam melindungi kelompok rentan di seantero dunia," tambah dia.
 
IRC menambahkan, saat ini AS telah selesai menyeleksi 30 ribu calon pengungsi, dan 9.000 dari mereka bahkan sudah siap diterbangkan ke Negeri Paman Sam. Angka tersebut terpisah dari klaim suaka 350 ribu orang yang diproyeksikan akan diterima AS di tahun fiskal 2020.
 
Pencari suaka, seperti pengungsi, juga melarikan diri dari persekusi di negara mereka masing-masing. Para pencari suaka menyodorkan aplikasi mereka di AS atau pelabuhan masuk menuju AS, sementara pengungsi mendaftar di negara asal.
 
Menurut data Agensi Pengungsian PBB, dalam beberapa tahun terakhir AS telah menjadi negara terdepan dalam hal memukimkan kembali orang-orang dari berbagai negara. Negara lain yang juga melakukan hal sama adalah Kanada, Australia dan beberapa di kawasan Nordik.
 
Pada 2018, menurut data Pusat Pemrosesan Pengungsi, lima negara asal untuk program pengungsian AS adalah Republik Demokratik Kongo, Myanmar, Ukraina, Bhutan dan Eritrea.
 
Penulis: Rifqi Akbar
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif