Sudah Bertemu Kim, Trump Tetap Sebut Korut Ancaman
Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura, 12 Juni 2018. (Foto: AFP)
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendeklarasikan Korea Utara sebagai "ancaman tak biasa dan luar biasa" terhadap keamanan nasional, meski dirinya sudah melakukan pertemuan bersejarah dengan Kim Jong-un di Singapura.

Pernyataan tertulis Trump disampaikan kepada Kongres pada Jumat 22 Juni 2018, dimana dirinya memerintahkan agar sanksi ekonomi terhadap Korut akan berlanjut hingga satu tahun ke depan.

Sanksi ekonomi terhadap Korut pertama kali dijatuhkan AS satu dekade lalu oleh Presiden George W. Bush.


"Eksistensi dan risiko proliferasi material senjata di Semenanjung Korea serta aksi serta kebijakan pemerintah Korut masih tetap menjadi ancaman tak biasa dan luar biasa terhadap keamanan nasional, kebijakan luar negeri serta perekonomian AS," tulis Trump, seperti dikutip Press TV.

Dokumen deklarasi itu muncul satu hari usai Trump berkata dalam pertemuan kabinet di Gedung Putih, bahwa Korut telah memulai proses "denuklirisasi total."

Namun, sejumlah pejabat AS yang memiliki data intelijen terhadap situs nuklir dan misil Korut menegaskan tidak ada data pendukung denuklirisasi total.

Ucapan keras Trump terhadap Korut bertolak belakang dari rasa optimisme yang ditunjukkannya di Singapura. "Selamat beristirahat malam ini!" tulis Trump di Twitter pada 13 Juni.

"Sudah tidak ada lagi ancaman nuklir dari Korut," lanjut dia.

Dalam pertemuan di Singapura pada 12 Juni, Trump dan Kim menandatangani dokumen gabungan yang salah satu isinya adalah seruan melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id