Presiden AS Donald Trump saat menghadiri acara bertajuk Keep America Great di Fayetteville, North Carolina, 9 September 2019. (Foto: AFP/JIM WATSON)
Presiden AS Donald Trump saat menghadiri acara bertajuk Keep America Great di Fayetteville, North Carolina, 9 September 2019. (Foto: AFP/JIM WATSON)

Trump Sebut Negosiasi Damai dengan Taliban sudah 'Mati'

Internasional amerika serikat taliban afghanistan
Willy Haryono • 10 September 2019 07:25
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan dialog damai dengan Taliban sudah "mati," dan dirinya siap meningkatkan perlawanan terhadap kelompok militan tersebut.
 
Pernyataan disampaikan usai Trump membatalkan pertemuan rahasia dengan Taliban yang dijadwalkan digelar di Camp David pada akhir pekan kemarin.
 
"(Negosiasi damai) sudah mati. Setahu saya, sudah mati," kata Trump di Gedung Putih, saat berkomentar mengenai prospek tercapainya perjanjian damai dengan Taliban dan penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembatalan pertemuan dengan Taliban terjadi saat kedua pihak sudah selangkah lagi menuju perjanjian damai. Poin utama dalam perjanjian adalah penarikan pasukan AS dari Afghanistan, dan sebagai gantinya Taliban akan memberikan jaminan keamanan di seantero negara tersebut.
 
Usai berbicara mengenai pembatalan perjanjian, Trump mengklaim operasi militer AS terhadap Taliban memasuki masa-masa paling sengit dalam satu dekade terakhir.
 
"Dalam empat hari terakhir, kami telah menghantam musuh kami lebih keras dibanding sepuluh tahun lalu!" tulis Trump di Twitter, dikutip dari AFP, Senin 9 September 2019.
 
Minggu 8 September, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Washngton telah "membunuh lebih dari seribu militan Taliban hanya dalam kurun waktu 10 hari."
 
Mengenai pembatalan pertemuan di Camp David, Trump mengaku terpaksa membatalkannya karena Taliban telah membunuh seorang prajurit AS dalam sebuah serangan di Kabul. Pembatalan yang diumumkan Trump via Twitter membuat warga AS untuk pertama kalinya mengetahui bahwa pemerintahnya merencanakan pertemuan rahasia dengan Taliban.
 
Banyak warga AS terkejut, bahkan beberapa dari mereka kesal, saat mengetahui Taliban hendak mengunjungi Camp David menjelang peringatan serangan teroris 11 September.
 
Trump membantah pembatalannya ini telah memicu kericuhan di internal Gedung Putih. Ia menuduh isu tersebut muncul karena ulah para jurnalis.
 
"Ada beberapa jurnalis yang mencoba membuat kesan bahwa ada keributan di Gedung Putih, padahal pada kenyataannya tidak ada," tegas Trump.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif