Poliikus Partai Republik Justin Amash. (Foto: Wikimedia Commons)
Poliikus Partai Republik Justin Amash. (Foto: Wikimedia Commons)

Anggota Parlemen Partai Republik Serukan Pemakzulan Trump

Internasional amerika serikat donald trump
Arpan Rahman • 19 Mei 2019 18:07
Washington: Anggota parlemen Amerika Serikat dari Partai Republik Justin Amash meyakini Presiden Donald Trump selama ini telah melakukan berbagai tindakan yang dapat berujung pada pemakzulan.
 
Amash menjadi politikus pertama dari kubu Republik yang menyerukan pemakzulan Trump. Padahal, Trump adalah presiden yang diusung Republik.
 
Selain soal Trump, Amash juga menuduh Jaksa Agung William Barr "secara sengaja" menyesatkan persepsi publik mengenai konten sesungguhnya dari laporan investigasi dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum AS 2016. Laporan tersebut disusun Penasihat Khusus Robert Mueller.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam serangkaian tulisan di Twitter, Amash -- perwakilan dari Michigan -- mengatakan bahwa hanya ada sedikit anggota Kongres yang membaca laporan Mueller. Padahal menurut Amash, laporan tersebut memaparkan berbagai contoh tindakan yang dapat dikategorikan "menghalangi proses penyelidikan."
 
Saat dugaan intervensi Rusia dalam pemilu AS muncul ke hadapan publik, Trump beberapa kali dituduh berusaha menghalangi penyelidikan. Indikasi adanya upaya menghalangi penyelidikan didasarkan pada aksi Trump yang memecat sejumlah tokoh, termasuk James Comey yang menjabat kepala Biro Investigasi Federal (FBI) sejak 2013.
 
"Kecuali dia seorang presiden, siapapun yang dikaitkan dengan bukti-bukti seperti itu, pasti akan didakwa," ungkap Amash, merujuk pada laporan Mueller, disiarkan dari
laman Channel News Asia, Minggu 19 Mei 2019.
 
"Bertolak belakang dari pemaparan Barr, laporan Mueller memperlihatkan bahwa Presiden Trump telah melakukan sejumlah tindakan spesifik yang memenuhi ambas batas kategori syarat pemakzulan," tegas dia.
 
Sejumlah pihak menilai pernyataan Amash ini bahkan jauh lebih keras dibanding beberapa petinggi Partai Demokrat di Kongres.
 
Sebelumnya, Trump berkukuh tidak berbuat kesalahan apapun, termasuk mengenai tudingan dirinya menghalangi upaya penyelidikan Mueller.
 
Saat ditanya awak media dalam acara paskah di Gedung Putih mengenai apakah dirinya khawatir dimakzulkan, Trump menjawab: "Tidak khawatir sedikit pun."
 
Baca:Trump Tegaskan Dirinya Tidak Bisa Dimakzulkan
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif