Warkop DKI (Foto: instagram)
Warkop DKI (Foto: instagram)

Ketika Warkop DKI Dianggap Sebagai Musuh Pemerintah

Hiburan warkop dki indro warkop The Legend
Medcom • 06 November 2021 08:00
Jakarta: Warkop DKI sempat dicekal pemerintah Indonesia akibat karyanya yang menyinggung keadaan di zaman tersebut. Tak hanya itu, mereka yang merupakan aktivis dari kampus masing-masing juga aktif mengikuti demo mahasiswa yang menentang pemerintahan di tahun 90an.
 
“Kami kan pernah dicekal zaman segitu ya jaman segitu tuh. Cuma Rendra dari teater, Harry Roesli dari musik, dan Warkop DKI dari komedi sudah itu deh 'musuhnya pemerintah',” kata Indro Warkop DKI dalam tayangan The Legend di Metro TV.
 
Indro menyatakan Warkop DKI sempat diberi pengawalan ketat oleh tentara Indonesia ketika mereka sering mendapatkan ancaman dari pihak luar. Ia pun mengaku sempat mendapatkan ancaman pembunuhan oleh preman di Jawa Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dulu kan preman teroganisir banget, dijahilin sama preman di Jawa Timur mau dibunuhlah, nah kami kan viral ya, jadi kami di back-up oleh tentara Skogar (Satuan Komando Garnisum),” lanjutnya.
 
Semenjak saat itu, Warkop DKI mendapat pengawalan ketat hingga pintu hotel mereka dijaga oleh tentara. Indro merasa grup lawaknya tersebut dibungkam oleh ancaman tersebut, sebab mereka jadi tidak bisa melakukan apapun.
 
“Kami dibungkam kami gak bisa ngapa-ngapain, sudah benar-benar gak bisa ngapa-ngapain,” lanjutnya.
 
Walaupun begitu, anggota Warkop DKI memang dikenal sebagai aktivis dari kampus tempat mereka belajar. Salah satunya yang terlihat jelas adalah Dono Warkop, beliau sempat menjadi ketua koordinator acara demo mahasiswa di tahun 1999.
 
“Asal tahu saja, ketika 1999 kita menduduki kantor DPR, Mas Dono itu yang pegang acara. Semua acara harus lewat Mas Dono, jadi gak bisa tuh orasi sembarangan. Mas Dono yang milih,” kata Indro Warkop.
 
Menurutnya walaupun Warkop DKI sempat dianggap ‘pemberontak’ oleh pemerintah dan sebagian masyarakat. Namun, Indro Warkop mengaku bangga dengan gerakan reformasi yang dilakukan Warkop DKI terutama Dono.
 
“Mohon maaf ya kalau saya bangga, Mas Dono itu tokoh reformasi, dia ikut rapat-rapat gelap reformasi zaman itu,” tutupnya.
 
(Aulya Syifa)
 

 

 

 
 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif