Pagelaran Langit 7 Bidadari Angkat Cerita Legenda Jaka Tarub
Jumpa media pagelaran seni Langit 7 Bidadari di Magzi Ballroom, Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Mei 2018. (Foto: Cecylia Rura)
Jakarta: Berangkat dengan latar belakang melestarikan budaya dan kekayaan alam Indonesia, Langitpitu Cipta Kreasi menggelar pagelaran seni dengan tajuk Langit 7 Bidadari.

Panggung seni ini juga bertujuan memberi edukasi kepada masyarakat terutama tentang budaya dan alam Indonesia.

"Berawal dari Indonesia yang ramai politik dan sebagainya, tapi sepertinya kita lupa sama seni budaya kita. Seni tari, seni musik, seni drama, seni teater," kata Harry De Fretes selaku sutradara dalam jumpa media di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.


Alur cerita mengangkat kisah cerita legenda Jaka Tarub, pemuda petualang yang mencari cinta. Seperti pada cerita aslinya, Jaka Tarub mencari bidadari di sudut negeri. Tempat diyakini sebagai tempat para bidadari turun dari kayangan.

Para bidadari bertemu dengan Jaka dan mengungkapkan rasa kagum dan tertarik dengan kekayaan alam dan budaya di Bumi. Perbincangan mereka membuat Jaka merenung tentang kekayaan negerinya.

Selain menampilkan aksi cerita Jaka Tarub, pentas panggung akan dibagi menjadi tiga babak.

"Pertama, Jaka Tarub dan ibunya, Mbok Randa. Perjalanan Joko sama ibu mencari kayu bakar. Mbok Rondo mengungkapkan berbagai keluhannya. Lalu, soal tarian dari depan Jawani banget, desainer spesialis pakaian Jawa, batik Jawa, dan juga Jawa," papar Harry.

Nantinya juga akan diselingi berbagai tarian dari beberapa daerah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan berbagai daerah Indonesia lain.

Pagelaran seni Langit 7 Bidadari dikemas dalam 1-2 jam dan akan dipentaskan di Theater Garuda, TBTI Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada Jumat, 1 Juni 2018 pukul 15.30 hingga 16.45 WIB.

Bertepatan dengan momen puasa, di pagelaran ini akan dilakukan santunan kepada saudara-saudara yang membutuhkan sekaligus buka puasa bersama.

Pagelaran ini disutradarai Harry De Fretes. Tim produksi ada Benny Krisnawardi sebagai koreografer dan penata musik dari Magenta.

Beberapa aktor dan aktris yang terlibat di antaranya Samuel Rizal, Jajang C. Noer, Indy Barends, Sophia Latjuba, Ersa Mayori, Ririn Ekawati, Ariel Tatum, Kezia Warouw dan Sarwendah.

 



(ELG)