Pepeng dimakamkan di TPU Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan. Hal ini dikarenakan sebelumnya terdapat makam ibunda Pepeng yang kini berada tepat di samping makam Pepeng.
Usai prosesi pemakaman, anak kedua Pepeng, Gemirio Muhammad, memberikan keterangan saat-saat sebelum ayahnya meninggal dunia.
"Dari semalam Bapak merasa sakit di dada. Sekitar jam 12 malam, Bapak dibawa ke UGD Rumah Sakit Cinere, dijemput dengan ambulance. Awalnya saya yang jaga, lalu ganti shift dengan om, dan ibu juga," ujar Gemirio.
Gemirio menjelaskan, sekitar pukul 9 pagi, keadaan ayahnya sudah tidak stabil. Pepeng mengalami kejang-kejang, terdapat cairan di dadanya, dan mengalami sesak napas. "Bapak sudah bilang dirinya tidak kuat dengan rasa sakit yang dideritanya, saya berusaha nenangin, karena gejala ya sama seperti sakit-sakit dulu yang kemudian bisa pulih kembali," jelasnya.
Gemirio juga menjelaskan, bahwa saat kondisi badannya menurun, Pepeng terus-menerus memanggil istrinya, Utami Mariam Siti Aisyah. "Saat Bapak kejang-kejang, ibu memang sedang pulang ke rumah, karena kondisinya juga sedang sakit. Tapi saat dikabarkan bahwa Bapak kejang-kejang, Ibu kembali ke rumah sakit sekita pukul 10.00 WIB, lalu kami membacakan ayat suci Al-Qur'an hingga akhirnya Bapak menghembuskan nafas terakhirnya," ujar Gemirio.
Saat meninggal, Pepeng menderita sesak napas, ginjal, namun yang parah menyerang jantung dan paru-parunya. Ditambah lagi penyakit langka yang sebelumnya diderita, yaitu multiple sclerosis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News